SerambiIndonesia/

Aceh Lebih Butuh Tambahan Dapil

Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRA, Abdullah Saleh, mengatakan, Aceh lebih membutuhkan tambahan

Aceh Lebih Butuh Tambahan Dapil
Abdullah Saleh

* Terkait Penambahan Kursi DPR RI

BANDA ACEH - Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRA, Abdullah Saleh, mengatakan, Aceh lebih membutuhkan tambahan daerah pemilihan (dapil) ketimbang tambahan kursi di DPR RI. Penambahan dapil lebih diutamakan mengingat dua dapil yang sudah ada memiliki cakupan wilayah yang sangat luas.

“Menurut saya, penambahan dapil ini lebih prioritas, ya seperti yang sudah pernah kita sampaikan sebelumnya. Untuk jumlah anggota DPR RI dari Aceh, kita berharap kalau bisa juga ada penambahan, tapi penambahan dapil saya rasa lebih utama,” kata Abdullah Saleh kepada Serambi, Minggu (4/6).

Pernyataan tersebut disampaikan Abdullah Saleh menanggapi pemberitaan sebelumnya bahwa Aceh tak Tambahan Kursi di DPR RI. Dalam berita itu disebutkan bahwa pemerintah dan DPR sepakat menambah 15 kursi untuk DPR RI. Ke-15 kursi itu akan didistribusikan ke luar Pulau Jawa, namun Aceh sepertinya tak termasuk daerah yang akan mendapatkan jatah tambahan kursi tersebut.

“Ada kesepakatan untuk Pulau Jawa tidak ditambah. Artinya 15 kursi itu didistribusikan di luar Pulau Jawa,” kata Lukman seusai acara diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/6).

Adapun rincian alokasi 15 kursi tersebut di antaranya ditujukan untuk Riau, Lampung, Kalimantan Barat, dan Papua dengan masing-masing provinsi dua kursi. Sementara beberapa daerah lainnya yang berpotensi mendapatkan satu tambahan kursi adalah Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Sedangkan Kalimantan Utara sebagai provinsi baru diberi alokasi tiga kursi.

Jauh sebelum kesepakatan itu, Anggoat DPRA juga telah mengusulkan penambahan daerah pemilihan (dapil) Aceh. Usulan disampaikan kepada Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pemilu (Pansus Pemilu) DPR RI. Menurut Abdullah Saleh, penambahan kursi itu tak selalu mesti dengan penambahan dapil. Artinya, penambahan dapil dan penambahan kursi bukan dua hal yang harus berjalan bersamaan.

Ia juga mengatakan, apa yang dikatakan oleh Ketua Panitia Khusus RUU Pemilu, Lukman Edy, terkait penambahan 15 kursi ke luar Pulau Jawa itu juga belum final. “Itu belum final, belum disahkan. Itu hasil pembahasan sementara, nanti akan diparipurnakan terlebih dulu. Dan yang kita perjuangkan kemarin sebenarnya bukan soal penambahan kursi, tapi penambahan dapil. Ya kalau ada penambahan kursi anggota DPR RI asal Aceh, Alhamdulillah sekali, tapi penambahan dapil lebih kita butuhkan,” demikian Abdullah Saleh.

Terkait penambahan daerah pemilihan (dapil) ini, Ketua Banleg DPRA, Abdullah Saleh, mengharapkan kepada Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR/DPD asal Aceh agar ikut memperjuangkannya.

“Seperti diketahui kemarin, kita sudah mengusulkan penambahan dapil untuk Aceh kepada Pansus RUU Pemilu. Kita juga menyampaikan hal ini kepada Forbes. Jadi harapan kita, anggota DPR RI asal Aceh memperjuangkan hal ini,” pinta Abdullah Saleh.

Mengutip pernyataan Abdullah Saleh sebelumnya, dikatakan bahwa Aceh selama ini terbagi dalam dua dapil. Kedua dapil itu mencakup wilayah yang cukup luas, untuk satu dapil meliputi 10 hingga 15 kabupaten/kota.

Menurut dia, cakupan itu sangat luas, dapil yang ada saat ini sangat jauh dari segi keterwakilan. “Ini terlalu luas, jadi anggota DPR RI yang terpilih tidak mungkin bisa menjangkau semua wilayah, kita khawatirkan tidak optimal dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat,” kata Abdullah Saleh.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help