Ramadhan Mubarak

Memperbaiki Peradaban

ORANG beriman sangat gembira dengan datangnya kembali bulan suci Ramadhan. Di bulan yang penuh berkah

Memperbaiki Peradaban

Oleh Prof. Dr. Apridar, SE, M.Si Rektor Universitas Malikussaleh. Email: apridarunimal@yahoo.com

ORANG beriman sangat gembira dengan datangnya kembali bulan suci Ramadhan. Di bulan yang penuh berkah dan istimewa ini, para insan dapat melaksanakan ibadah dengan bobot nilai yang begitu tinggi, sehingga dapat memacu kinerja dan meningkatkan produktivitas. Pengendalian nafsu syahwat yang begitu sistematis pada bulan Ramadhan, moga menjadikan manusia tawadhuk, sehingga pantas memperoleh gelar yang cukup terhormat, yaitu takwa.

Manusia adalah makhluk yang sangat sempurna. Pada diri manusia melekat nafsu yang dapat memacu keinginan untuk berbuat berbagai hal, yang tentu harus dikontrol oleh akal untuk memilah serta bertindak dengan bijaksana. Dengan kemampuan yang luar biasa tersebut, manusia sangat pantas dinobatkan sebagai khalifah di muka bumi ini.

Agar pembangunan manusia seutuhnya dapat terlaksana dengan baik, sangat diperlukan pendidikan yang andal. Di mana dengan pendidikan, khususnya pendidikan karakter yang dilakukan setiap Ramadhan atau sering disebut sebagai pesantren kilat, diharapkan dapat meletakkan fondasi dasar nilai-nilai luhur, etika, moral, dan ajaran agama untuk generasi masa depan. Sehingga, melahirkan insan yang tangguh, memiliki sikap sebagai anak bangsa yang berkepribadian secara sosial-budaya dalam menjalankan nilai-nilai luhur budayanya. Tanpa terjerat praktik asusila, korup, dan kejahatan lainnya.

Maka tidaklah berlebihan bila masyarakat memandang bahwa majunya suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan negara tersebut. Menjadi pertanyaan, mampukah sistem pendidikan kita untuk mendongkrak peradaban yang lebih baik? Jawabannya bisa beragam.

Sejatinya, tujuan sistem pendidikan di negara mana pun adalah menyiapkan manusia yang tangguh secara emosional, cerdas secara intelektual dan menanamkan nilai spiritualitas yang dipenuhi ajaran etika dan moral dalam jiwa mereka. Tujuan ideal itu telah disadari sejak 17 tahun terakhir. Sepanjang reformasi, semua orang mendesak lembaga pendidikan dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi menyiapkan sumber daya manusia (SDM) andal demi masa depan bangsa ini.

Inovasi pendidikan bisa terjadi dikarenakan setiap manusia memerlukan perubahan, sehingga mereka melakukan penelitian dan pengembagan dirinya. Namun, inovasi juga dapat terjadi melalui pengembangan lembaga pendidikan, sehingga lembaga pendidikan tersebut mampu mempersiapkan diri dan memecahkan sendiri masalah pendidikan yang dihadapinya.

Di sisi lain Ilmu pengetahuan dan teknologi baru dapat berkembang dengan baik apabila dibarengi dengan nilai-nilai etika moral yang baik. Apalagi teknologi bebas nilai yang dikembangkan, maka manusia akan berlomba-lomba untuk menguasai dunia ini dengan cara membuat mesin-mesin pembunuh yang canggih.

Hal ini tentu akan merusak sendi-sendi kehidupan yang telah ada. Kemajuan teknologi yang demikian tentu tidak kita harapkan. Karena dengan adanya perkembangan teknologi justru tidak berkolerasi terhadap kesejahteraan manusia itu sendiri.

Lokomotif peradaban
Anggapan bahwa satu daerah dianggap maju jika memiliki infrastruktur dan teknologi supercanggih, ada benarnya. Namun, jangan melupakan esensi keilmuan itu sendiri. Sejatinya ilmu merupakan lokomotif peradaban.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved