Putri Tetap Gigih Bantu Suami

RAMADHAN adalah bulan agung dan penuh berkah. Banyak kejadian yang tidak disangka-sangka terjadi di bulan

Putri Tetap Gigih Bantu Suami

RAMADHAN adalah bulan agung dan penuh berkah. Banyak kejadian yang tidak disangka-sangka terjadi di bulan ini. Seperti dialami oleh keluarga Putri Ayu Sapitri (25), warga Desa Upah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Minggu (4/6) sore.

Hari itu, Putri dan keluarganya terkejut saat menerima kedatangan anggota DPRA Asrizal H Asnawi bersama beberapa temannya serta wartawan Serambi Indonesia. Tidak hanya membawa bantuan sembako dan sejumlah uang, kedatangan Asrizal juga untuk memastikan bahwa keluarga Putri adalah salah satu penerima rumah bantuan dari Pemerintah Aceh yang bersumber dari dana aspirasi anggota DPRA.

Putri Ayu Sapitri terlahir dengan kondisi disabilitas. Ia tidak memiliki tangan dan kaki yang sempurna seperti orang normal lainnya. Namun, kondisi serba kekurangan itu sama sekali tidak menjadi beban bagi hidupnya. Ia menjalani hidup layaknya manusia normal.

Putri dengan ramah menyapa dan mempersilahkan kami masuk serta duduk di kursi tamu. Sementara ia sendiri duduk di lantai semen bersama suaminya, Adha (37) dan orang tuanya serta anaknya Bakti Darma (2).

Rasanya tidak percaya, namun itulah kuasa Allah. Kadang ada orang dengan bentuk tubuh sempurna dan normal, tapi susah mendapat pasangan hidup, bahkan ada yang membujang sampai usia tua. Sementara Putri yang serba kekurangan fisik, memiliki jodoh suami yang normal dan sangat mencintainya.

Pasangan ini pun sudah dikarunia seorang anak berumur dua tahun bernama Bakti Darma. “Hari ini saya diterima oleh pasangan suami istri yang sangat hebat,” ujar Asrizal H Asnawi yang terlihat tidak bisa menyembunyikan keharuannya.

Kepada kami, Putri bercerita tentang kehidupannya sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Ia mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak serta suami. Ia juga membantu suaminya berjualan mainan anak-anak di sekolah sekitar desa dengan menggunakan becak dayung. Biasanya mereka mendapatkan penghasilan sebesar Rp 50 ribu.

Adha (37) suami Putri mengaku tidak ada masalah berarti dalam hubungan rumah tangganya selama ini. Mereka saling mendukung dalam mengarungi rumah tangga. Mereka juga hidup rukun di rumah semi permanen milik orang tua putri.

Dalam perbicangan kemarin, Putri juga menuturkan, beberapa hari lalu ia dikejutkan atas kedatangan petugas dari Dinas PU Aceh. Petugas itu mengatakan mensurvei keluargany sebagai salah satu penerima rumah bantuan rumah dari pemerintah. “Memiliki rumah memang menjadi cita-citanya kami sejak berumah tangga, karena selama ini numpang di rumah orang tua,” kata Putri.

Putri melanjutkan, baru kemarin ia tahu bahwa rumah bantuan tersebut diusulkan teman Facebook Tugu Opak yang merupakan warga desanya kepada anggota DPRA, Asrizal H Asnawi.

Terkait hal ini, Asrizal mengatakan, kedatangannya ke rumah Putri kemarin sudah lama direncanakannya. Selama ini, kata Asrizal, ia mendapatkan informasi tentang putri melalui teman-teman Facebooknya. “Alhamdulillah, hari ini saya diberi kesempatan mengunjungi Putri,” ujarnya.

Tahun ini, tambah Asrizal, ia membuka ruang kepada teman netizen Facebook untuk mengusulkan 10 program rumah yang layak huni dan layak menerima untuk diperjuangkan kepada Pemerintah Aceh. Pemuda tambun ini mengaku sangat berterima kasih kepada teman netizen Facebook yang mengusulkan penerima rumah bantuan kepada orang disabilitas yang selama ini kurang terperhatikan.

“Kita mengakui tangan pemerintah kadang tidak sampai menjangkau mereka, namun dengan bantuan teman Facebook memberi tahu, pemerintah dan anggota dewan pasti memperhatikannya,” kata dia.(md)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved