SerambiIndonesia/

Tim Irwandi-Nova Bahas RPJMA

Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah, ternyata telah membentuk tim

Tim Irwandi-Nova Bahas RPJMA

BANDA ACEH - Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah, ternyata telah membentuk tim untuk membahas Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) untuk lima tahun ke depan.

Tim tersebut sejak Senin (5/6) melakukan pertemuan terbatas di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, membahas berbagai rancangan pembangunan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi, tim diketuai oleh mantan Sekda Aceh, T Setia Budi dan Ir Teuku Said Mustafa sebagai wakil ketua. Tim khusus itu beranggotakan sekitar 50 orang yang ditempatkan dalam enam bidang, yaitu bidang kesejahteraan sosial, pendidikan dan kebudayaan, pembangunan berkelanjutan, ketahanan dan kedaulatan pangan, reformasi birokrasi dan sistem informasi, serta bidang pertumbuhan ekonomi.

Sejak Senin (5/6) malam, nama-nama yang termasuk dalam tim RPJMA Irwandi-Nova ini beredar luas di sejumlah grup WhatsApp, Facebook. Serambi lantas mencari informasi ke pihak internal tim pemenangan Irwandi-Nova, dan ternyata tim tersebut benar adanya dan telah di-SK-kan oleh Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah selaku gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2017-2022.

Serambi juga ikut memantau langsung pertemuan pada Selasa (6/6) kemarin. Tampak hadir T Setia Budi selaku ketua tim. Saat ditanyai, mantan Sekda Aceh ini mengaku hadir untuk membahas RPJMA untuk kurun waktu 2018-2022. Ia sendiri sebenarnya baru mengetahui dan belum melihat isi SK tim perumus RPJMA yang disebut-sebut ditandatangani oleh Irwandi dan Nova.

“Iya kami baru tahu juga SK itu, kami baru tahu nama kami masuk dalam tim. Saya jujur, sampai sekarang belum melihat SK itu. Bagaimana proses penyusunannya, dari mana nama-namanya, siapa yang usulkan, itu kami tidak tahu,” ungkap Setia Budi didampingi wakilnya Ir Teuku Said Mustafa dan Sekretaris, Elly Sufriadi.

Meski demikian, karena nama sudah masuk dalam tim, Setia Budi dan kawan-kawan langsung menggelar pertemuan membasah rancangan tersebut. “Kami berkumpul di sini, dalam rangka merumuskan RPJMA untuk kurun waktu 2018-2022,” sebutnya.

Setia Budi menjelaskan, tim ini bertugas untuk menyusun, memformulasikan, dan menjabarkan semua visi, misi, dan program kerja Irwandi-Nova yang pernah disampaikan dalam masa kampanye beberapa waktu lalu. Menurutnya, keberadaan tim ini sangat penting untuk memback-up kerja-kerja Irwandi-Nova pada masa awal sebelum pelantikan.

“Ada 15 program wajib Irwandi-Nova yang telah disebut saat kampanye, kemudian yang mengerti ini adalah tim yang telah menyusunnya. Jadi, ke-15 program itu kita clusterkan (kelompokkan) lalu kita bahas bersama penjabarannya dalam tim yang sudah dibentuk ini,” kata Setia Budi.

Ia juga mengatakan, pembentukan tim untuk membahas RPJMA itu tak terlepas dari regulasi dalam Permendagri itu sendiri. Di mana dalam Pasal 9 Bab 5 disebutkan, setiap gubernur wakil gubernur terpilih harus memiliki visi,misi, dan RPJM. Oleh sebab itu tim tersebut mengawal hal itu karena sebelumnya telah terlibat dalam penyusunan visi, misi, dan program kerja.

“Selesai penyusunan ini ya selesailah tim ini, tidak permanen. Ada banyak hal kita bahas, yang jelas semua program kerjanya. Pak Irwandi sangat bertekad untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Aceh,” ujar Setia Budi.

T Setia Budi juga menyebutkan, pembentukan Tim Penyusun RPJMA ini bukan untuk melangkahi tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh. RPJMA lanjutnya, merupakan tugas pokok Bappeda Aceh secara kelembagaan.

“Tapi ini sebagai bentuk pengawasan kita kepada Bappeda. Kita ingin mengawal tugas pokoknya Bappeda karena gubernur dan wakil gubernur terpilih pada masa kampanye menyampaikan visi misinya, jadi yang tahu persis hal itu ya yang menyusunnya,” demikian Setia Budi.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help