Belum Ada Aksi Borong Bahan Pangan di Qatar

"Sampai saat ini belum ada warga yang melakukan aksi borong. Bahan makanan di sini cukup tersedia,"

Belum Ada Aksi Borong Bahan Pangan di Qatar
ist
Said Malawi bersama istrinya di Qatar.

Laporan Yarmen Dinamika | Banda yang

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hingga hari keempat terjadinya pemutusan hubungan diplomatik sejumlah negara terhadap Qatar, belum begitu berpengaruh terhadap denyut ekonomi dan kehidupan sosial penduduk di negeri kaya minyak itu.

Tak terlihat kepanikan di jalan-jalan, apalagi aksi borong bahan pangan karena khawatir akan terjadi krisis pangan akibat pemutusan hubungan diplomatik tersebut.

"Sampai saat ini belum ada warga yang melakukan aksi borong. Bahan makanan di sini cukup tersedia," kata Said Malawi, warga Pidie Jaya yang hampir 20 tahun bermukim di Alkhor, Qatar, kepada Serambinews.com, Kamis (8/6/2017) siang.

Makanan pokok penduduk Qatar adalah beras dan gandum yang biasanya diimpor menggunakan pesawat kargo dari sejumlah negara.

Di Qatar, kata Said, banyak ekspatriat dari Asia Selatan. Mereka kebanyakan makan nasi.

"Kami juga sehari-hari makan nasi di rumah. Anak-anak saja yang lebih suka makan roti," kata karyawan QatarGas ini.

Sampai hari ini Said Malawi belum merasa perlu membeli beras dalam jumlah besar untuk  stok menghadapi masa-masa krisis pangan yang mungkin saja terjadi jika pemutusan hubungan diplomatik oleh sejumlah negara terhadap Qatar terus berlangsung dalam waktu lama dan negara yang melakukan embargo politik dan ekonomi semakin banyak.

Said punya alasan mengapa tak melakukan aksi borong sembilan bahan pokok (sembako). "Belum borong, karena belum ada yang mengkhawatirkan," kata Said Malawi.

Selain itu, kebetulan kediaman Said di Alkhor berdekatan dengan mal besar, yakni Lulu Hypermarket.

Halaman
12
Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved