SerambiIndonesia/

Proyek Jaringan PDAM Rp 4 M tak Berfungsi

Proyek dua jaringan baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy yaitu yang dibangun

Proyek Jaringan PDAM Rp 4 M tak Berfungsi

BANDA ACEH - Proyek dua jaringan baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy yaitu yang dibangun Dinas PU Kota Banda Aceh tahun 2016, di sepanjang Jalan T Hasan Dek dan jalan TP Nyak Makam hingga Simpang Mesra ternyata tidak bisa difungsikan. Bahkan proyek yang telah menghabiskan dana Rp 4 miliar itu diketahui belum tuntas.

Hal itu terungkap dalam dialog Komisi C DPRK Banda Aceh bersama pejabat PDAM Tirta Daroy, Kamis (8/6) terkait proyek Rp 4 miliar itu yang belum bisa difungsikan. Dalam pertemuan itu hadir Ketua Komisi C Mahyidin, Sekretaris Tasrif B ST dan anggotanya Zulfikar ST. Sedangkan dari PDAM hadir Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub serta beberapa stafnya.

Mahyidin sangat menyayangkan bahwa pekerjaan itu tidak selesai, sebab masyarakat tidak bisa mengambil manfaatnya pada tahun ini.

“Kalau jaringan ini tersambung, ada berapa ribu rumah yang bisa mengambil manfaatnya. Sayangnya dana miliaran rupiah itu terkubur sia-sia,” ujar Mahyidin di hadapan Novizal Aiyub dan anggotanya. Dia juga kecewa, karena PDAM dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebagai pelaksana proyek tidak transparan dalam menyampaikan kendala itu kepada DPRK.

Mahyidin mengaku baru mengetahui bahwa proyek jaringan itu tidak berfungsi akibat tidak cukup anggaran. Dikatakan, jaringan Jalan T Hasan Dek-PDAM yang bernilai Rp 2,8 Miliar sudah selesai, tapi tidak bisa dipakai karena booster (penambah tekanan air) baru diajukan tahun ini. Sementara jaringan Jalan TP Nyak Makam-Simpang Mesra dengan biaya Rp 1,2 miliar tidak selesai.

“Kalau mau diajukan sekarang tentu tidak bisa lagi. Selain harus melalui tender, waktu kami sudah sangat mepet,” kata dia, dan menyebut Dinas PU baru bisa mengajukan proyek pipa distribusi itu pada tahun 2018. Artinya jelas Mahyidin, dua jaringan itu tidak bermanfaat sepanjang tahun 2017-2018.

Sementara Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub mengatakan, jaringan pipa itu hanya bisa terbangun dua per tiganya saja pada tahun 2016. “PU sudah tahu bahwa anggaran tidak cukup. Lalu mengapa tidak dimasukkan pada tahun 2017,” tanya Ampon Yub, sambil menambahkan hal itu hanya pejabat Dinas PU yang mampu menjawab.

Ditegaskan juga, kekurangan anggaran tersebut bukan akibat salah perencanaan, tetapi karena banyak terjadi pemotongan dalam prosesnya. “Dalam perjalanan angkanya terus berkurang sehingga tidak cukup,” ujar Ampon Yub lagi. Menurutnya, proyek pipa distribusi tersebut tidak akan sia-sia, karena akan berguna dalam beberapa tahun ke depan.

Serambi sudah berupaya menghubungi seorang pejabat di Dinas PU Kota Banda Aceh untuk menanyakan terkait hal itu. Namun yang bersangkutan tidak mengangkat telepon, dan hanya membalas pesan singkat, “Baik nanti saya konfirmasi lagi ya”, tanpa menghubungi Serambi kembali.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help