Serunya Berbuka di Masjid Raya

BERBUKA puasa adalah waktu yang ditunggu-tunggu umat muslim ketika bulan Ramadhan, apalagi jika dilakukan

Serunya Berbuka di Masjid Raya
SEJUMLAH warga menunggu waktu berbuka puasa di masjid raya Baiturrahman Banda Aceh, Minggu (11/6). 

BERBUKA puasa adalah waktu yang ditunggu-tunggu umat muslim ketika bulan Ramadhan, apalagi jika dilakukan secara bersama-sama. Ada kebahagian yang terpancar dari wajah-wajah mereka yang berbuka, seperti yang terlihat di Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh, Minggu (11/6).

Pantauan Serambi, sejumlah masyarakat terlihat melakukan buka puasa secara bersama. Meski di antara mereka terkadang tidak saling kenal, tetapi ada rasa persaudaraan dan keakraban ketika bersama-sama duduk sambil menunggu waktu berbuka.

Hal inilah yang dirasakan Ahmad Syafawi, warga Aceh Selatan, dan Muhammad Al Fadhil, warga Aceh Utara. Kedua pemuda ini sengaja datang ke Masjid Raya untuk menikmati keindahan masjid pasca-pembangunan payung elektrik.

Mereka mengaku sangat menikmati menu berbuka yang disajikan pengurus masjid. Ada es timun ditambah dua potong kue, kanji rumbi, dan lima butir kurma.

Menu tersebut memang menu rutin yang disediakan pengurus Masjid Raya, baik untuk para jamaah maupun musafir. Jumlah disediakan sebanyak 200 porsi, yang anggarannya berasal dari kas masjid dan sumbangan warga.

“Setiap tahun kita menyediakan 200 porsi. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah orang yang berbuka puasa di masjid. Jika lebih lagi, akan kita lebihkan, intinya porsinya kita sesuaikan dengan jumlah orang yang berbuka,” kata salah seorang panitia pengatur sajian berbuka yang enggan namanya disebutkan.

Pelaksanaan berbuka dilakukan di salah satu ruangan di Masjid Raya. Tetapi tidak selamanya dilaksanakan di dalam ruang, terkadang ada juga dilaksanakan di pelataran masjid atau bawah payung elektrik. Namun, berbuka di bawah payung elektrik terkadang mendapat hambatan ketika terjadi angin kencang dan faktor alam lainnya. “Tidak kita laksanakan di luar karena ada angin,” ujar panitia itu lagi.

Sementara bagi Ahmad Syafawi dan Muhammad Al Fadhil, berbuka puasa di Masjid Raya menjadi pengalaman pertama mereka. Keduanya berharap pelaksanaan ini terus dilakukan saban tahun karena di dalamnya ada rasa kebersamaan dan persaudaraan.

Selain berbuka dengan menu yang disediakan panitia Masjid Raya, ternyata ada juga yang berbuka di pelataran masjid atau di bawah payung elektrik, baik bersama keluarga maupun koleganya.

Amatan Serambi, sejumlah warga yang melakukan buka puasa secara bersama duduk secara bertumpuk dan berpencar di pelataran masjid. Setiap warga membawa bekal sendiri berupa nasi, air, dan kue untuk sajian berbuka puasa.

Salah satu keluarga yang ditemui adalah Muhammad Ridwan. Ia membawa tiga orang anak berserta istrinya. Mereka duduk dilantai marmer tanpa tikar sambil menikmati makanan yang dibawanya. Menu berbuka mereka adalah sate kambing.

Ia mengatakan, setiap bulan Ramadhan dirinya selalu mengajak keluarganya untuk berbuka puasa di masjid kebanggan masyarakat Aceh itu. “Setiap Ramadhan satu kali setiap tahun,” kata Muhammad Ridwan.

Ia mengatakan sengaja mengajak keluarganya berbuka di Masjid Raya untuk menikmati suasana ala Masjid Nabawi di Madinah. “Saya lihat ada keunikan lain setelah ada payung, seperti di Arab Saudi. Ini buka puasa pertama setelah ada payung (elektrik),” ujar dia.

Dikatakannya, saat ini masjid raya semakin tampak megah dengan berdirinya 12 unit payung elektrik dan hamparan lantai marmer. Hanya saja, lantai marmer tersebut harus selalu dibersihkan agar tidak berdebu, sehingga para pengunjung bisa duduk di mana saja karena lantainya sudah suci.

“Kendala sedikit masih berdebu. Cleaning services harus bersihkan lantai setiap saat agar tidak berdebu. Kalau di Saudi itu dibersihkan pagi dan sore,” kata Pimpinan Yayasan Alhafiz Ibnu Hajar di Bukit Tinggi, Sumatera Barat ini yang juga mantan pimpinan Pesantren Arabuah Indrapuri, Aceh Besar.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved