Minggu, 10 Mei 2026

Tinggalkan Android, Baca Alquran

Pemerintah Aceh menggelar peringatan Nuzulul Quran bertepatan dengan malam 17 Ramadhan 1438 Hijriah

Tayang:
Editor: bakri
Ustaz Fahmi Sofyan Lc MA menyampaikan ceramah pada peringatan Nuzulul Quran bertepatan dengan malam 17 Ramadhan 1438 Hijriyah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (11/6) malam. SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh menggelar peringatan Nuzulul Quran bertepatan dengan malam 17 Ramadhan 1438 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (11/6) malam. Kegiatan yang dirangkai dengan shalat Isya, Tarawih, dan Witir berjamaah itu menghadirkan Ustaz Fahmi Sofyan Lc MA sebagai penceramah.

Dalam ceramahnya, Fahmi Sofyan menyampaikan banyak hal tentang Alquran dengan tema “Memaknai Alquran sebagai Suatu Mukjizat”. Ustaz Fahmi Sofyan menguraikan bagaimana proses turunnya Alquran oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad saw, Ia juga berbicara tentang aktualisasi dan mukjizat Alquran.

“Dalam tafsir shawi di situ diungkapkan bahwa Ramadhan ini mulai karena dua hal, yang pertama inzalil Quran, diturunkannya Alquran, yang kedua adalah Lailatul Qadar. Oleh karena itu, bulan Ramadhan ini harus menjadi moment bagi kita untuk dekat dengan Alquran,” katanya.

Ia menyebutkan realita saat ini, di mana banyak yang sudah jauh dengan Alquran. Justru, kebiasaan duniawi telah memengaruhi sebagian orang untuk melupakan Alquran. “Kita sudah jauh dengan Alquran, anak-anak kita malu membawa Alquran, bahkan kita tidak punya waktu untuk membaca dan mentadabburinya,” kata Ustaz Fahmi.

Ia mencontohkan, saat ini sebagian orang lebih memilih android ketimbang membaca Alquran. Tak sedikit yang menghabiskan waktu untuk bermain facebook berjam-jam, memainkan android setiap saat, atau menyediakan waktu khusus untuk membaca koran. “Tapi, kita tidak punya waktu lima menit pun untuk membaca Alquran. Dalam bulan Ramadhan ini mari kita berdoa kepada Allah agar kita dekat dengan Alquran, tinggalkan android kita, mari baca Alquran,” ajak Ustaz Fahmi Sofyan.

Ia mengatakan bahwa mukjizat Alquran yang dirunkan kepada Nabi Muhammad saw berbeda dengan mukjizat bagi nabi-nabi sebelumnya. Jika mukjizat pada nabi-nabi lain bisa dilihat dengan mata oleh umatnya pada saat itu, namun mukjizat Alquran yang diturunkan kepada Muhammad saw bersifat immaterial logis. “Seseorang tak bisa melihat mukjizat Alquran sebelum ia menelitinya, sebelum ia dekat dengan Alquran,” sebutnya.

Ada banyak mukjizat dalam Alquran. Namun, pada kesempatan tadi malam, Fahmi Sofyan hanya menyampaikan dua hal, yaitu ‘ijaz lughawi (keindahan bahasa) dan i’jaz ilmi (prinsip keilmuan). “Surah Thaha adalah surah pertama yang dibaca Umar bin Khatab, dan saat itu beliau langsung mengaguminya, Umar bin Khatab mengatakan ma ajmala (sungguh indah). Alquran juga menceritakan kejadian dulu, sekarang, dan masa yang akan datang,” pungkas Fahmi Sofyan.

Teken BLUD
Peringatan Nuzulul Quran tadi malam turut dihadiri Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah. Dalam kesempatan itu, Zaini menandatangani surat keputusan (SK) penetapan pengelolaan Masjid Raya Baiturrahman (MRB) sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Sistem pengelolaan keuangan pola BLUD untuk MRB, kata Zaini, merupakan yang pertama di Indonesia dan akan menjadi model secara nasional.

Dalam kesempatan itu, Zaini juga mengajak jamaah untuk menjadikan Alquran sebagai pedoman menata kehidupan di era modern yang penuh tantangan. “Kita senantiasa berpegang teguh pada Alquran, membaca dan mengkajinya,” kata Zaini Abdullah.

Ia juga mengatakan bahwa Alquran merupakan referensi setiap muslim. Alquran telah mengantarkan umat Islam ke era keemasan yang penuh peradaban dan ilmu pengetahuan. “Alquran hudan lin nas, petunjuk dan pedoman bagi kehidupan umat manusia. Alhamdulillah, malam ini kita kembali berkesempatan memperingati Nuzulul Quran,” sebut Zaini.

Minta maaf
Di akhir sambutannya, Zaini Abdullah tampak berpamitan kepada seluruh jamaah yang hadir di Masjid Raya Baiturrahman. Ia juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Aceh, karena sebentar lagi masa jabatannya sebagai gubernur Aceh berakhir. Tepatnya pada 25 Juni 2017. “Bulan ini bulan terakhir saya menjadi Gubernur Aceh. Saya pribadi dan keluarga merasa sangat bangga kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah memberi dukungan kepada saya dan Muzakir Manaf dalam menjalankan tugas ini,” kata Zaini Abdullah.

“Kami mohon maaf atas keterbatasan kami memenuhi seluruh harapan masyarakat Aceh. Kami percaya pemimpin Aceh berikutnya dapat lebih baik memenuhi harapkan rakyat,” pungkas suami Niazah A Hamid ini. (dan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved