SerambiIndonesia/

Zaini Abdullah Pamit

Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyampaikan pamit kepada masyarakat Aceh di Jakarta

Zaini Abdullah Pamit

JAKARTA - Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyampaikan pamit kepada masyarakat Aceh di Jakarta. Ia bersama pasangannya, Wakil Gubernur Muzakir Manaf akan mengakhiri masa jabatan memimpin Aceh, 25 Juni 2017.

Gubernur Zaini menyampaikan pamitan itu pada acara buka puasa bersama, dilanjutkan shalat Isya dan Tarawih berjamaah di Mes Aceh Koetaradja Amazing, Menteng, Jakarta, Sabtu (10/6) malam.

Gubernur Zaini yang baru kembali melaksanakan umrah, pada kesempatan itu menyampaikan permohonan maaf. “Dalam kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan maaf atas semua kekurangan selama memimpin Aceh,” kata Gubernur Zaini yang mengenakan kemeja putih.

Tampak hadir sejumlah tokoh Aceh, antara lain mantan gubernur Aceh Prof Syamsuddin Mahmud, mantan duta besar Indonesia untuk AS, AR Ramly, tokoh perbankan Adnan Ganto, mantan menteri BUMN dan Pj Gubernur Aceh Mustafa Abubakar, mantan menteri PAN dan RB Azwar Abubakar, mantan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Farhan Hamid, Pj Gubernur Aceh Tarmizi A Karim, Ketua Taman Iskandar Muda Surya Darma dan ratusan masyarakat Aceh, termasuk anggota DPD dan DPR RI asal Aceh.

Gubernur Zaini juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan selama kemimpinanya, termasuk membebaskan isolasi Bulohseuma, Aceh Selatan dan sejumlah kawasan pedalaman Aceh. Gubernur mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan sudah dilakukan, meliputi kawasan pedalaman Tengah Tenggara dan Barat Selatan. “Kabupaten-kabupaten yang tadinya terisolir, sekarang sudah tersambung semua,” kata gubernur.

Ia menyebutkan wilayah Gayo Lues sudah tersambung dengan Lokop, Pinding, sampai Abdya. Warga Bulohseuma juga sudah menikmati jalan atau tak perlu lagi melewati jalan laut, seperti sebelumnya. “Saya mendapat laporan, masyarakat setempat betul-betul merasa sudah merdeka,” kata gubernur.

Zaini Abdullah juga menyampaikan, Jalan Simpang KKA yang sebentar lagi akan diresmikan sudah tersambung dari Aceh Utara ke Bener Meriah. Hanya butuh waktu 1,5 jam perjalanan. “Banyak hal yang sudah berubah dalam bidang infrastruktur. Alhamdulillah,” ucap gubernur.

Selanjutnya, gubernur juga melaporkan bahwa pihaknya telah menyempurnakan upah minimum provinsi menjadi Rp 2,5 juta, serta Pergub Asi Ekslusif. Bidang penerapan syariat Islam, Pemerintah Aceh telah berhasil memperjuangkan perubahan Bank Aceh sepenuhnya dari sistem konvensional ke syariah.

Pada bagian lain, Gubernur Zaini juga menyampaikan pembangunan perluasan Masjid Raya Baiturrahman yang juga dilengkapi dengan payung elektrik. “Tahap pertama sudah selesai, dilengkapi dengan payung seperti Madinah dengan 12 payung. Tahap kedua diharapkan bisa dilanjutkan pemerintahan Aceh yang baru. Akan dibangun pusat Islam,” ujarnya.

Pembangunan jembatan Lamnyong yang menghubungkan kawasan pendidikan Darussalam dengan Kota Banda Aceg, lanjut gubernur, juga sudah selesai dibangun. “Sekarang tidak perlu lagi mengeluh macet. Karena jembatan sudah berhasil dibangun,” katanya.

Dipenghujung pernyataannya, Gubernur Zaini Abdullah mengimbau segenap rakyat Aceh agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Ia mengharapkan agar marwah Aceh teyap dijaga, terutama dalam kaitan dengan implimentasi UU Pemerintahan Aceh, yang sampai sekarang belum seluruhnya selesai. “Soal Badan Pertanahan, masih bermasalah. Belum selesai. Padahal sudah hampir tuntas,” demikian Gubernur Zaini Abdullah. (fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help