Ramadhan Mubarak

Meningkatkan Kualitas Iman dan Etos Kerja

SYUKUR alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk meningkatkan amal ibadah kita kepada-Nya di bulan

Meningkatkan Kualitas Iman dan Etos Kerja

Oleh Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si. Rektor Universitas Almuslim Bireuen. Email: amir5857@yahoo.com

SYUKUR alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk meningkatkan amal ibadah kita kepada-Nya di bulan suci Ramadhan ini dengan berpuasa dan berbagai ibadah lainnya. Ini adalah karunia yang amat besar, sebab hidup di bulan suci Ramadhan berarti kita diberi kesempatan beribadah yang pahalanya berlipat ganda. Lebih dari itu, Allah Swt akan menjauhkan orang yang berpuasa dari api neraka, sebagaimana sabda Raasulullah saw, “Allah mengharamkan jasad orang yang berpuasa dari jilatan api neraka.”

Pada hadis lain, Ibnu Abbas pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Seandainya umatku mengetahui apa yang terdapat di dalam Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar supaya sepanjang tahun itu menjadi Ramadhan karena sesungguhnya semua kebaikan berkumpul di bulan Ramadhan, seluruh ketaatan diterima (oleh Allah), seluruh doa dikabulkan, semua dosa diampuni dan surga rindu pada mereka.”

Sungguh, bulan Ramadhan adalah peluang yang baik dalam meraih pahala yang sebanyak-banyaknya. Tentunya bagi mereka yang memahami arti keutamaan dan hakikat kemuliaan Ramadhan itu sendiri. Oleh karena itu, ilmu yang berkaitan dengan puasa adalah suatu keniscayaan dan mutlak harus mereka kuasai, agar pelaksanaan puasa lebih sempurna sesuai dengan tuntutan syara’ yang pada gilirannya akan memperoleh title takwa.

Suatu gelar dan pristice akan tercermin setelah Ramadhan nanti menjadi sosok pribadi (syakhshiyyah) yang paripurna, jiwa dan perilaku yang bening dan santun (nafsun naqiyyah), yang jauh dari sifat dan sikap tercela (bad attitude), bahkan sifat dan sikap terpuji (good attitude) yang lebih dominan.

Mempersiapkan diri
Orang yang benar-benar beriman, memasuki bulan Ramadhan jiwanya menjadi tenang dan gembira. Gembira dalam arti jiwanya bahagia karena sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk beribadah semata-mata karena Allah dan mengisi Ramadhan dengan berbagai aktivitas sebagai suatu manifestasi bathiniyyah imaniyyah.

Di bulan inilah semua bentuk kebaikan yang kita lakukan diterima oleh Allah swt. Doa-doa pun di-istijabah-kan. Dosa-dosa yang pernah kita lakukan akan diampuni-Nya, asalkan kita mau bertaubat. Sehingga pintu surga senantiasa terbuka bagi siapa saja yang mau mengisi Ramadhan dengan berbagai amal kebaikan.

Demikian besar keutamaan Ramadhan sehingga Allah Swt menurunkan Alquran di bulan ini sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Sebab itu di bulan suci ini sangat dianjurkan membaca Alquran, ber-tadarrus, ber-tadabbur dan selanjutnya mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya sesuai dengan kapasitas kemampuan masing-masing.

Di sisi lain, hikmah Ramadhan adalah di mana ada satu malam yang paling bernilai ibadahnya jauh lebih baik dari beribadah seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Hal ini sangat dinanti-nantikan oleh umat Islam sebagai ajang untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadahnya.

Sungguh Ramadhan Karim memberi syafaat yang besar dalam hidup kita karena kita melaksanakan puasa dengan penuh dedikasi sebagai pengabdian semata-mata karena keimanan dan keikhlasan kepada Rabb. Dengan begitu dosa yang selama ini kita perbuat mendapat ampunan dari-Nya. Tersebut dalam sebuah hadis, Rasullullah saw bersabda, “Man shama Ramadhana Imanan wa ihtisaban, ghufira lahu ma taqaddama min dzanbihi.”

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved