SerambiIndonesia/

Natural Aceh dan Pemuda Riset di Alue Naga

Lembaga penelitian Natural Aceh bersama 27 pemuda melakukan riset tentang pengetahuan dan keterlibatan

Natural Aceh dan Pemuda Riset di Alue Naga
Warga mengumpulkan kayu yang hanyut di sungai kawasan Alue Naga Kecamatan, Syiah Kuala, Banda Aceh. SERAMBI/MA NSHAR 

BANDA ACEH - Lembaga penelitian Natural Aceh bersama 27 pemuda melakukan riset tentang pengetahuan dan keterlibatan masyarakat pesisir, dalam restorasi mangrove (bakau) di Gampong Alue Naga, Banda Aceh sejak 11 Juni 2017. Riset itu mengambil sampel 78 wanita pencari tiram di gampong tersebut terkait keberadaan mangrove di sekitar lingkungannya.

Ketua Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja kepada Serambi, Senin (12/6) di Banda Aceh mengatakan, riset itu berlangsung hingga beberapa hari ke depan yang melibatkan mahasiswa dari tiga perguruan tinggi yaitu Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), UIN Ar-Raniry, dan Universitas Serambi Mekkah.

“Kami memilih 27 pemuda dari 50 calon peserta intership Natural Aceh,” ujar Zainal, dan menyebut mereka yang terpilih memiliki kemampuan, pengalaman dan ketertarikan terhadap bidang ekosistem, konservasi, dan perubahan iklim. Menurutnya, peserta akan mengumpulkan data dalam bentuk wawancara dengan kaum ibu pencari tiram.

Zainal menambahkan, masyarakat Alue Naga baru mengenal satu jenis mangrove yang tumbuh di gampong mereka. Padahal mangrove memiliki puluhan jenis dengan fungsi dan keunggulan tersendiri. “Selain mitigasi bencana, mangrove juga merupakan tempat hidup hewan laut dan bahan makanan manusia,” ujarnya, dan menyebut mangrove dapat diolah menjadi kerupuk dan kue.

Program Manager Restorasi Mangrove Alue Naga, Ellena Yusti MSi mengatakan, hasil dari pengolahan data tersebut akan menjadi dasar penyelenggaraan workshop pada 2-3 Juli mendatang. “Workshop itu nantinya akan menyosialisasikan restorasi mangrove terhadap masyarakat Alue Naga,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penanaman bibit mangrove pada 4 Juli 2017 di gampong tersebut. “Semua kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis, sehingga siapa pun yang inging berkontribusi dapat menghubungi Natural Aceh,” kata Ellena, dan mengatakan bahwa workshop akan diikuti komunitas pesisir dan akademisi.

Sementara itu, Keuchik Alue Naga, Zulkifli mengharapkan ada tindak lanjut dari riset yang dilakukan oleh Natural Aceh. Menurutnya, workshop tersebut dapat mengedukasi ibu-ibu pencari tiram yang setiap hari bersinggungan dengan mangrove. “Semoga riset ini memberi manfaat bagi masyarakat Alue Naga,” kata dia. (fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help