SerambiIndonesia/

Industri Sawit Gerakkan Ekonomi Daerah

ndustri kelapa sawit menjadi komoditi strategis Indonesia dengan memberi kontribusi besar

Industri Sawit Gerakkan Ekonomi Daerah

BANDA ACEH - Industri kelapa sawit menjadi komoditi strategis Indonesia dengan memberi kontribusi besar bagi pendapatan negara. Pada tahun 2016, pemasukan devisa untuk negara dari insdustri ini mencapai Rp 250 triliun.

“Bagi Indonesia sawit terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi daerah dengan menyediakan lapangan kerja. Ini berkah yang diberikan Tuhan kepada bangsa kita, karena kelapa sawit hanya bisa tumbuh produktif di daerah khatulistiwa seperti Indonesia dan Malaysia” kata Riduan Manik, Manajer Humas PT Astra Agro Lestari Tbk wilayah Aceh saat acara buka puasa dengan media di Banda Aceh, Selasa (13/6). Riduan menegaskan karena perannya yang begitu besar dalam mendorong perekonomian daerah, maka semua pihak perlu menjaga keberlangsungan industri sawit di daerah, termasuk juga memberi edukasi dan bantuan teknis budidaya kepada para petani kelapa sawit swadaya dalam upaya meningkatkan produktivitas tanamannya.

“Untuk itu kita harus wewaspadai kampanye hitam yang berusaha melemahkan industri sawit Indonesia,” ujarnya. Menurut Riduan dalam perdagangan minyak nabati dunia, minyak kelapa sawit telah menggeser posisi kedelai sebagai penghasil minyak terbesar nabati dunia. Pada tahun 2016, dari total kebutuhan minyak nabati dunia sebesar 162 juta ton, sebesar 39% disuplai dari minyak sawit, 33 % minyak kedelai, 17 % minyak rapeseed dan 10 % minyak bunga matahari. Sedangkan pada tahun 1980, kebutuhan minyak kedelai mencapai Rp 55%.

“Data tersebut membuktikan tergerusnya minyak kedelai oleh minyak sawit,” ujarnya. Menurut Riduan di sisi kemanfaatan bagi masyarakat, anak perusahaan Astra Agro yakni PT Karya Tanah Subur (Aceh Barat), PT Perkebunan Lembah Bhakti (Aceh Singkil) dan PT Tunggal Perkasa Plantations-3 (Aceh Jaya) menjalankan program kemitraan serta implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di empat bidang; ekonomi, pendidikan, lingkunag dan kesehatan.

Beberapa prestasi yang diraih PT KTS di antaranya memperoleh Proper Hijau 2016, zero accident (no kecelakaan kerja) tingkat provinsi 2016. Sementara PT PBL di Aceh Singkil menggulirkan CSR berupa tapak sekolah SMPN3 Singkut seluas 1 Ha. Sedangkan PT TPP3 Aceh Jaya menggulirkan program CSR pendampingan CRU Sampoinet selama tiga tahun. (sar)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help