SerambiIndonesia/

Unsyiah Gagas Qanun Pendidikan Kebencanaan

"Bencana tak bisa kita cegah, tapi kita bisa kurangi risikonya terhadap manusia dan harta benda.

Unsyiah Gagas Qanun Pendidikan Kebencanaan
SERAMBINEWS.COM/YARMEN DINAMIKA
Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng sedang menyampaikan pidato sambutan sekaligus membuka resmi FGD Penyusunan Naskah Akademik Qanun Pendidikan Kebencanaan di Ruang Rapat Senat Biro Rektor Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (14/6/2017) siang. 

Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar Workshop Penyusunan Naskah Akademik Qanun Pendidikan Kebencanaan dengan mengundang 34 pengambil kebijakan dan pakar di bidang pendidikan dan kebencanaan, baik lokal maupun nasional.

Workshop tersebut dibuka Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng di Ruang Rapat Senat Biro Rektor Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (14/6/2017) pagi. Prakarsa menyelenggarakan workshop tersebut diinisiasi oleh Satuan Tugas Pemulihan Pascsgempa Pidie Jaya bentukan Unsyiah.

Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng menyatakan, sejak dua semester lalu Unsyiah sudah mewajibkan mahasiswa barunya mengikuti Mata Kuliah Mitigasi Bencana dan Lingkungan Hidup.

"Mengingat Aceh daerah rawan bencana, maka kita ingin pendidikan kebencanaan juga diajarkan sebagai mata pelajaran wajib di SD hingga SMA di seluruh Aceh. Untuk itu diperlukan payung hukumnya berupa Qanun Pendidikan Kebencanaan," kata Rektor Unsyiah.

Rektor menambahkan, Aceh daerah rawan bencana, tapi hal itu sampai hari ini belum menjadi kesadaran (awareness) bagi pemerintah. Oleh karenanya, perguruan tinggi perlu mengambil peran dalam penyadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana melalui pendidikan kebencanaan.

"Bencana tak bisa kita cegah, tapi kita bisa kurangi risikonya terhadap manusia dan harta benda. Maka materi tentang pendidikan kebencanaan itu menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda Aceh agar mereka menjadi generasi yang siaga dan tangguh bencana," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusun Naskah Akademik Qanun Pendidikan Kebencanaan Unsyiah, Denni Iskandar MPd mengatakan, melalui FGD tersebut dilakukan identifikasi berbagai permasalahan dalam rangka penyusunan naskah akademik qanun dimaksud.

Melalui FGD itu, lanjutnya, diharapkan bisa ditemukan solusi terhadap permasalahan guna menentukan arah pengaturan dan ruang lingkup Qanun Pendidikan Kebencanaan.

Dr Yanis Rinaldi MHum yang menjadi fasilitator FGD mengatakan, FGD ini bertujuan untuk menjaring saran pendapat dari pengambil kebijakan dan pakar untuk memperkaya penyusunan naskah akademik dan terbangunnya Aceh yang aman dari ancaman gempa dan bencana lainnya.

Naskah akademik itu nantinya, kata Yanis, akan menjadi dasar penyusunan draf qanun. Draf itu nantinya akan diserahkan kepada legislatif sebagai usul inisiatif DPRA.

"Sebagai langkah awal, gagasan ini sudah kita sampaikan pada Pak Sulaiman Abda, Wakil Ketua I DPRA yang juga Ketua Ikatan Keluarga Alumni Unsyiah. Mudah-mudahan mendapat sambutan baik dari legislatif maupun eksekutif," kata Yanis Rinaldi yang juga Dosen Fakultas Hukum Unsyiah. (*)

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help