SerambiIndonesia/
Home »

Sport

FFA Diskusi dengan Wasit

Pengurus Federasi Futsal Aceh (FFA) menggelar pertemuan dengan para wasit futsal Aceh di ruang rapat

FFA Diskusi dengan Wasit
KETUA Federasi Futsal Aceh (FFA), Bardan Sahidi memimpin diskusi dengan wasit di ruang Badan Legislasi (Banleg) DPRA, Kamis (15/6) petang. 

BANDA ACEH - Pengurus Federasi Futsal Aceh (FFA) menggelar pertemuan dengan para wasit futsal Aceh di ruang rapat Badan Legislasi (Banleg) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Kamis (15/6) petang. Pertemuan dengan wasit futsal seluruh Aceh itu membahas tantang persiapan wasit menghadapi seleksi Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra-PORA) pada pertengahan Agustus mendatang. Diskusi dengan para wasit futsal itu dipimpin oleh Ketua Umum FFA, Bardan Sahidi didampingi Sekretaris Umum, Reza Kamilin SSTP.

Ketua FFA, Bardan Sahidi, Kamis (15/6), menegaskan, para wasit futsal harus komit untuk memilih menjadi wasit cabang futsal atau wasit sepakbola. Selama ini, katanya, wasit futsal masih berperan ganda, selain menjadi pengadil di lapangan futsal, mereka juga masih memimpin pertandingan sepakbola. Untuk itu, katanya, para wasit diharuskan memilih salah satu cabang, apakah fokus di futsal atau sepakbola. “Saya meminta kepada wasit untuk menentukan pilihan. Memilih cabang futsal atau sepakbola. Komitmen itu harus dibarengi berita acara,” ujar Bardan Sahidi.

Tujuan pemisahan wasit itu, kata Bardan, selain menertibkan para wasit seluruh Aceh, juga untuk mendata jumlah wasit, kebutuhan, distribusi, dan pembinaan wasit futsal. “Dengan terdatanya para wasit futsal, maka akan diketahui jumlah wasit dan sebaran wasit di seluruh Aceh,” tukas Bardan Sahidi yang juga Wakil Ketua Banleg DPRA ini.

Selain pendataan wasit, kata Bardan Sahidi, perlu dibentuk koordinator wasit yang mengontrol wasit di seluruh Aceh. Selama ini, katanya, permintaan wasit untuk memimpin turnamen futsal tidak melalui FFA. Namun, langsung menghubungi wasit bersangkutan, sehingga pengurus AFA tidak mengetahui siapa-siapa yang memimpin pertandingan futsal suatu turnamen. “Ke depan, setiap turnamen futsal harus memberitahukan ke pengurus FFA, dan FFA akan mengirim wasit yang sudah memiliki lisensi untuk memimpin turnamen,” tegasnya.

Sekum AFA, Reza Kamilin menambahkan, koordinator wasit juga berperan mengontrol keberadaan wasit di seluruh Aceh, dengan jumlah wasit futsal yang sudah mengantongi lisensi, maka pihak koordinator dapat menugaskan wasit secara bergiliran untuk memimpin pertandindingan. “Bukan saja pemerataan penugasan wasit, namun, peran koordinator dapat mengetahui, wasit yang berkompeten memimpin pertandingan dan wasit yang perlu pembinaan,” jelas Reza Kamilin.

Reza Kamilin juga meminta masukan tentang keberadaan Pengawas Pertandingan (PP) untuk memberikan laporan kepada FFA. Sehingga, jika dibutuhkan FFA dapat memberikan pelatihan guna meningkatkan pengetahuan regulasi futsal, baik di dalam maupun di luar daerah. “Hingga kini, Pengawas Pertandingan futsal yang terdaftar di FFA hanya tiga orang, kita membutuhkan lebih banyak lagi,” tandas Reza Kamilin.

Di akhir dialog, para wasit bersepakat menunjuk Muzakir Umar sebagai koordinator wasit futsal seluruh Aceh.(min)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help