SerambiIndonesia/

Ghazali Abbas Adan : Aceh Aman, Investor Datang

ACEH merupakan provinsi yang memiliki banyak Sumber Daya Alam (SDA), baik di darat maupun di lautan

Ghazali Abbas Adan : Aceh Aman, Investor Datang
Anggota DPD RI asal Aceh Drs H Ghazali Abbas Adan saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh beberapa waktu yang lalu. 

ACEH merupakan provinsi yang memiliki banyak Sumber Daya Alam (SDA), baik di darat maupun di lautan.Minyak bumi, gas alam, batu bara dan tambang adalah sebagian kecil dari SDA yang Aceh miliki. Selain itu Aceh juga berpotensi dalam pengembangan bidang perkebunan, perikanan, peternakan dan pariwisata.

Dengan sejumlah SDA dan potensi tersebut tidak serta merta membuat masyarakat Aceh hidup sejahtera dan bahagia. Faktanya rakyat Aceh belum memperoleh kehidupan yang wajar. Dan salah satu faktor penyebabnya adalah Aceh termasuk ke dalam “daerah yang tidak aman”.

Akibatnya para investor luar enggan singgah ke Aceh untuk menanamkan modalnya. Hal tersebut mencuat saat Anggota DPD RI asal Aceh Drs H Ghazali Abbas Adan melakukan kunjungan kerjanya ke Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) provinsi Aceh beberapa waktu yang lalu.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala DPMPTSP Ir Iskandar MSc, Sekretaris Zulkarnaini, para Kabid, Kasie dan staf. Iskandar menyampaikan pihaknya telah berusaha keras untuk menggaet para investor dari dalam dan luar negeri untuk masuk ke Aceh. Prioritas investor diutamakan pada bidang pertanian, perkebunan, perikanan, perternakan dan kelautan.

Kemudian infrastruktur dan energi serta pariwisata. “selain itu pelabuhan laut dan pelabuhan udara akan dikembangkan menjadi pelabuhan internasional. Ini semua adalah untuk memudahkan para investor masuk ke Aceh,”ungkap Iskandar.

Sementara itu Ghazali Abbas Adan dalam pertemuan itu juga mengungkapkan Anggaran pembangunan Aceh selama ini sangat bergantung dari dana transfer pemerintah pusat, baik dana alokasi umum, dana otonomi khusus dan lainlain. Termasuk juga dana desa yang langsung di kirem ke rekening pemerintah desa (gampong) setelah memenuhi beberapa prosedur baku yakni menyusun RPJMG, RAPBG, RKPG dan LPJ.

Padahal sejatinya sebagaimana di daerah-daerah di Indonesia, selain dana transfer dari pemerintah pusat juga dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat. Tetapi Aceh PAD nya sangat minimalis. Ini salah satu faktornya adalah tidak ada investor yang menanam modalnya di Aceh. Mengapa hal ini terjadi, menurut Bank Dunia kerana di Aceh keamanannya yang tidak kondusif, birokrasi yang panjang dan berbelit serta kondisi listrik yang tidak normal. “harus kita akui keengganan para investor itu masuk ke Aceh tentu ada sebabnya.

Diantaranya karena faktor keamanan, adanya pungutan liar (pajak nanggroe), listrik yang sering padam dan juga birokrasi yang panjang,”tegas Ghazali Abbas. Wakil Ketua Komite IV DPD RI yang membidangi keuangan ini berharap persoalan-persoalan tersebut dapat segera dicari solusinya. Apalagi kedepannya Dana Otsus akan semakin berkurang.

Dan jika tidak ada penyelesaiaannya, kehidupan masyarakat Aceh akan semakin runyam. “Aceh menempati rangking kedua termiskin se Sematera, di manarangking pertama ditempati Provinsi Bengkulu. Dari itu masyarakat berharap agar pimpinan Aceh yang baru di bawah komando Tgk Agam dan Pong Nova dapat segera mengatasi persoalan ini, demi untuk kesejahteraan rakyat Aceh,”ungkap Ghazali Abbas.

Menurut mantan Abang Jakarta ini Kepala DPMPTSP Ir Iskandar MSc merespons positif masukan-masukan yang dia berikan dan sudah pulamemiliki rupa-rupa program dalammeningkatkan investasi dan penanaman di Aceh. Dalam waktu yang bersamaan bahan dari penelitian Bank Dunia itu juga menjadi perhatiannya untuk dibenahi. Dirinya juga berjanji akan menfasilitasi komunikasi daerah dengan pemerintah pusat terkait dengan hal-hal yang diperlukan.

Menurutnya diperlukan koordinasi yangintens antara pemerintah Aceh dengan anggota DPR dan DPD RI dari Aceh yang di senayan tersebut. “sebagai wakil Aceh yang di pilih oleh rakyat Aceh, maka sudah seharusnyalah kami ini mengabdi untuk kemaslahatan masyarakat Aceh pula. Oleh itu kami berharap agar Pemerintah Aceh dapat melibatkan banyak pihak ketika berhubungan dengan pemerintah pusat. Mari bersama-sama kita mankan provinsi Aceh, untuk mendatangkan para investor dari dalam dan luar negeri demi terwujudnya masyarakat Aceh yang makmur dan sejahtera serta terbebas dari belenggu kemiskinan. Insha Allah,”tutup Ghazali Abbas Adan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help