SerambiIndonesia/

Bener Meriah Butuh Laboratorium Pertanian

Kabupaten Bener Meriah yang memiliki kebun kopi 42.565 hektare dengan total produksi 29.357 ton per tahun

Bener Meriah Butuh Laboratorium Pertanian
Pegawai Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh (BPTP) Aceh, Munawar, memanen buah melon yang dibudidayakannya di kebun percontohan (visitor plot) balai tersebut, Minggu (18/5). SERAMBI/YOCERIZAL

REDELONG - Kabupaten Bener Meriah yang memiliki kebun kopi 42.565 hektare dengan total produksi 29.357 ton per tahun membutuhkan laboratorium pertanian yang akan menjadi pusat kajian pertanian,

Pegiat aktivis pertanian, Konadi Adhani, Jumat (16/6) mengatakan masih banyak masalah petani kopi yang belum ada solusinya. Dia mencontohkan, hama yang menyerang tanaman kopi dan lainnya dianggap lumrah, sehingga tidak ada tindakan yang diambil yang berdampak langsung pada kualitas hasil produksi.

Dia menilai, dengan usia Bener Meriah yang sudah 13 tahun, sudah seharusnya mendirikan pusat kajian pertanian, yang mengupas segala permasalahan petani. Disebutkan, masalah pupuk dan gulma yang bisa menyebabkan gagal panen harus ada cara yang tepat untuk menyelesaikannya, sehingga dibutuhkan sebuah laboratorium.

Dia berharap, Pemkab Bener Meriah dapat merancang laboratorium pertanian, sehingga kaan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan petani. Konadi menyatakan pusat kajian pertanian akan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian, sekaligus kualitas akan dapat dijaga secara berkelanjutan.

Dia menjelaskan jumlah hasil produksi perkebunan yang mayoritas masih dikuasai petani tradisional, akan mendorong meningkatnya kesejahteraan masyarakat khususnya petani. “Petani-petani ini akan melahirkan produk-produk unggulan hasil silang dan percobaan laboratorium yang fokus bukan hanya pada hasil, tapi juga proses pembenihan,” pungkasnya.(c51)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help