SerambiIndonesia/

Kekuatan Tokoh Cerita Dalam Menghadapi Penderitaan

Penderitaan dan kesedihan dapat dilalui oleh siapa saja di muka bumi ini. Suratan hidup di dunia ini mengalirkan kisah

Kekuatan Tokoh Cerita Dalam Menghadapi Penderitaan

Oleh: Nurhaida, S.Pd., S.Psi. Pengkaji Kebahasaan di Balai Bahasa Aceh

Penderitaan dan kesedihan dapat dilalui oleh siapa saja di muka bumi ini. Suratan hidup di dunia ini mengalirkan kisah yang berbeda-beda dalam kehidupan setiap orang. Manusia diuji oleh Allah untuk melalui berbagai peristiwa baik susah maupun senang dalam menempuh kehidupan ini.

Semua peristiwa tersebut datang silih berganti dalam kehidupan manusia. Musibah tidak dapat diketahui sebelumnya di mana, kapan, dan bagaimana cara terjadinya dalam kehidupan orang-orang yang mengalaminya. Peritiwa-peristiwa tersebut juga dituangkan oleh penulis karya sastra baik cerpen maupun novel dalam karya-karyanya.

Tokoh cerita dalam suatu karya sastra sebagai orang yang memegang suatu peran yang diberikan oleh penulis dalam cerita yang ditulisnya dapat mengalami berbagai berbagai penderitaan sebagai bagian dari peran yang diberikan oleh penulis cerita kepadanya. Nurgiyantoro (2005:167) mengemukakan bahwa tokoh cerita menempati posisi strategis sebagai pembawa dan penyampai pesan, amanat, moral atau sesuatu yang ingin disampaikan kepada pembaca. Seolah-olah sebagai corong penyampai pesan, atau bahkan mungkin merupakan refleksi pikiran, sikap, pendirian, dan keinginan-keinginan pengarang.

Salah satu contoh novel yang mengisahkan penderitaan tokoh utamanya dan cara tokoh cerita menghadapi berbagai penderitaan yangdialaminya adalah novel Assalamualaikum Beijing arya Asma Nadia. Asma Nadia merupakan seorangpenulis wanita yang memiliki darah keturunan Aceh yang terus produktif hingga kini menghasilkan karya demi karya terutama novel. Tokoh utama dalam novel tersebut bernama Asmara. Ia biasa dipanggil dengan nama Asma atau Ra. Asma di dalam novel dikisahkan mengalami kesedihan beruntun dalam hidupnya.

Kesedihan pertama yang harus dihadapi oleh Asma adalahketika calon suaminya yang bernama Dewa mengkhianati cinta yang mereka telah bina bertahun-tahun menjelang pesta pernikahan mereka yang tinggal sebulan lagi. Dewa melakukan kesalahan akibat nafsu yang menguasai dirinya ketika suatu malam iamengantar Anita yang merupakan rekan kerjanya saat hujan deras. Akibat peristiwa tersebut Dewa harus bertanggung jawab kepada Anita yang hamil akibat perbuatannya.

Dewa mencoba membujuk Asmara untuk memaafkan kesalahnnya, tetapi Asmara yang berkepribadian tegas menolak keinginan Dewa dan meminta laki-laki itu untuk bertanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukannya terhadap Anita. Meskipun menanggung kesedihan akibat kegagalan pernikahannya dengan Dewa, Asma tetap menjalani rutinitas kegiatannya sehari-hari dengan penuh semangat termasuk ketika ia mendapat tugas dari tempatnya bekerja untuk pergi ke Beijing. Semangat Asma untuk menguatkan dirinya agar dapat tetap menjalani hari-harinya dengan penuh kekuatan tergambar dalam kutipan berikut ini.

Perlahan mata hati gadis itu terbuka. Benar dirinya patah, terluka, sakit. Namun rasa sakit akan menguatkan seseorang menapaki hidup. Penderitaan akan menumbuhkan kebijaksanaan. Kesengsaraan yang melewati batas akan melahirkan kekuatan yang tak bisa diduga. (Asalamualaikum Bejing halaman 77).

Sepulang dari Beijing, ketika kembali keIndonesia Keadaan kesehatan Asma semakin memburuk ketika ia mengalami stroke, pingsan berkali-kali, dan serangan jantung. Asma menderita penyakit APS. Sindrom antibodi antifosfolipid alias Antiphospholipid Antibody Syndrome (APS) adalah gangguan autoimun. Antibodi adalah jenis protein yang biasanya mempertahankan tubuh terhadap infeksi.

Namun, pada kondisi APS tubuh membuat antibodi yang secara keliru menyerang fosfolipid-sejenis lemak. Ketika antibodi menyerang fosfolipid, sel-sel menjadi rusak. Kerusakan ini menyebabkan pembentukan gumpalan darah dalam arteri tubuh dan pembuluh darah. Biasanya, pembekuan darah adalah proses normal pada tubuh. Gumpalan darah membantu menutup luka kecil atau dinding pembuluh darah. Kondisi ini terjadi untuk mencegah kehilangan terlalu banyak darah.

Kondisi APS terjadi terlalu banyak pembekuan darah sehingga menyumbat alirandarah dan merusak organ tubuh (hellosehat.com). Kemampuan seseorang untuk dapat mengatasi penderitaan yang dialaminya ikut didukung oleh orang-orang di sekitarnya seperti yang terjadi dalam kehidupan Asma. Mamanya an Sekar sahabat karibnya merupakan orangorang yang setia menemani Asma dalam menjalani rangkaian pengobatan yang harus dilaluinya seperti terungkap dalam kutipan di bawah ini.

Syukurlah beberapa pekan dirawat, kondisi Asma berangsur membaik. Mama dan Sekar tak putus asa menyemangati dan menemani gadis itu melakukan fisioterapi, tiga kali sepekan untuk terapi berjalan, juga yang lain. Tidak sulit karena keinginan sembuh gadis itu besar sekali. Dia pun sudah tak sabar ingin kembali menghadap komputer. Namun, kemungkinan bekerja? (Assalamualaikum Beijing halaman 142). Selain itu, kehadiran seorang pemuda baik hati yang berasal dari Beijing yang dijumpai Asma ketika ia bertugas di Beijing ikut berpengaruh terhadap kemampuan Asma untuk kuat menghadapi penyakit APS yang dideritanya. Pemuda yang bernama Zhongwen tersebut bersedia menerima Asma dengan segala kekurangan yang dimilikinya. Ia ikut menemani Asma ketika Asma menjalani pengobatan di rumah sakit. Kesetiaan Zhongwen terhadap wanita yang dicintainya dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini.

Tidak hanya Mama, Sekar, dan Mas Ridwan yang bolak-balik rumah sakit, yang jatuh iba dan bertambah kasih kepada lelaki China itu. Bahkan para suster ikut menitikkan air mata setelah mengetahui kisah cinta Zhongwen dan Asma. “Cinta sejati,” bisik mereka, menatap punggung Zhongwen ditemani ransel lusuh, yang nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit. Pernikahannya bahkan belum sehari ketika istrinya dirampas takdir (Assalamualaikum Beijing halaman 315).

Novel Assalamualaikum Beijing merupakan salah satu novel yang memberikan banyak pelajaran bagi pembaca untuk tetap semangat melalui hari-hari dalam kehidupan ini. Meskipun masalah kadang menyertai kehidupan manusia yang hidup di dunia ini sebagai bagian dari perjalanan kehidupan untuk menjadi manusia yang lebih kuat mentalnya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help