SerambiIndonesia/

Tafakur

Babak Final

Fase-fase dalam bulan Ramadhan seringkali dikonseptualisasikan oleh sebahagian orang dengan istilah-istilah

Babak Final

Oleh: Jarjani Usman

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan” (HR. Bukhari & Muslim).

Fase-fase dalam bulan Ramadhan seringkali dikonseptualisasikan oleh sebahagian orang dengan istilah-istilah dalam pertandingan olah raga. Seperti tahap 10 hari terakhir yang disebut dengan babak final. Disebut demikian sebenarnya bermanfaat bagi kita yang sedang menjalankan segala macam badah dalam bulan Ramadhan.

Pasalnya, seharusnya semakin giat beribadah pada babak final, tetapi malah tak sedikit di antara kita yang malah mengendurkannya. Contohnya bisa dilihat pada saf shalat tarawih yang semakin sedikit jumlahnya. Padahal pada babak awal Ramadhan sangat banyak jumlahnya.

Padahal pada malam-malam menjelang akhir Ramadhan, ada kemungkinan kita bertemu dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Sebagaimana diingatkan dalam suatu hadits agar kita mencari Lailatul Qadar pada malam-malam terakhir Ramadhan. Seharusnya malam-malam seperti itu ditunggu dengan meningkatkan jumlah dan intensitas ibadah sebagaimana dilakukan oleh orang-orang yang taat, bukan malah diturunkan.

Hal ini terjadi mungkin akibat sudah banyak orang yang sudah salah fokus, yang sebelumnya focus pada ibadah sekarang fokus pada hal-hal lain. Fokus sudah berubah dari beribadah kepada persiapan perayaan, sehingga mengganggu proses meraih kemenangan. Padahal menyempurnakan suatu babak final adalah suatu hal yang sangat penting demi meraih kemenangan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help