SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Fokus Benahi Lini Tengah

Lini tengah Persiraja menjadi sorotan pembenahan dari tim pelatih. Sehingga, fokus utama membenahinya

Fokus Benahi Lini Tengah
PELATIH Persiraja, Anwar memberikan instruksi kepada pemain sebelum melakoni partai uji coba melawan Kuala Nanggroe (KNFC) di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Sabtu (17/6). 

* Evalusi Persiraja

BANDA ACEH - Lini tengah Persiraja menjadi sorotan pembenahan dari tim pelatih. Sehingga, fokus utama membenahinya sebelum Fani Aulia dkk tandang ke markas tim 757 Kepri Jaya Kepulauan Riau (Kepri) di dalam lanjutan Liga 2 Indonesia musim 2017-2018.

“Dari tiga uji coba selama bulan puasa, kita memang memfokus untuk membenahi lini tengah. Karena itu, kita terus mengutak-atik pemain di sektor ini. Target kita ingin memperkuat lapangan tengah,” kata arsitek Persiraja, Anwar yang dihubungi Serambi kemarin.

Seperti diketahui, dalam tiga partai uji coba, Agus Suhendar mampu mengatasi perlawanan Pra-PORA Banda Aceh (2-0), menekuk skuad Aceh United 3-1, dan ditahan imbang tim Kuala Nanggroe (KNFC) 0-0. Duel melawan Liga Nusantara tersebut dipentaskan Sabtu (17/6) petang di Stadion H Dimurthala, Lampineung.

Bukan rahasia lagi, dari pertandingan uji coba tersebut, maka trio Luthfi Fauzi Hamdan, Ferry Komul, plus sang kapten, Mukhlis Nakata harus bekerja keras di lini tengah. Bukan hanya sebatas menekan ke wilayah lawan, mereka juga berperan penting ketika memutuskan alur serangan ketika memasuki areal sendiri.

“Dari evaluasi kita, kelemahan yang perlu dibenahi Lutfhi, Mukhlis dan Komul adalah komunikasi. Padahal, faktor ini sangat penting di lapangan tengah. Kita berharap, supaya Lutfhi untuk berbicara pada dua rekannya,” nilai Anwar.

Mantan gelandang bertahan Porwil Aceh, Lutfhi kini diplot di depan posisi Rafsanjani plus Hidayat. Sementara mantan gelandang Persija Jakarta, Ferry Komul dan Mukhlis berdiri sejajar. Hanya saja, trio ini masih terlihat telat saat transisi menyerang ke bertahan, atau sebaliknya.

“Soal transisi menyerang ke bertahan atau sebaliknya itu ketiganya harus saling mengingatkan. Padahal, kunci utama daripada permainan Mukhlis, Komul, dan Lutfhi adalah komunikasi. Target kita, sebelum menuju ke kandang 757 Kepri Jaya, faktor ini sudah tuntas,” ungkap mantan striker Persiraja era 90-an.

Dari formasi ini, Anwar mengakui, ketiga pemain ini sukses memutus serangan lawan, mereka dapat langsung memberikan umpan matang bagi dua sayap, Muhammad Fani Aulia dan Vivi Asrizal. Karena, baik Vivi dan Fani Aulia memiliki kecepatan untuk menerobos pertahanan lawan. Ternyata, dari tiga partai ujicoba itu, taktik tersebut membuahkan

hasil ketika melawan Aceh United. Adalah gol pertama Fadil Ibrahim ketika menerima umpan Fani Aulia. Kemudian, gol ketiga ketika Fani dengan aksi individu. Tapi di dua pertandingan lain, Agus Suhendar dkk gagal memperlihatkan permainan terbaiknya.

Pada sisi lain, Anwar meminta supaya bek kanan Persiraja asal Nagan Raya, Khairunnas agar tampil percaya diri. Padahal, secara kualitas mantan pemain PPLP Aceh ini memiliki kemampuan. “Jika soal bertahan saat tampil, dia bagus. Namun, problem dari Khairunnas masih kurang percaya diri,” sebutnya.

Anwar secara terbuka mengakui, permainan terbaik Khairunnas ketika berlaga di kandang PSPS Pekanbaru. Bahkan, saat melawan PSMS Medan, dia juga bermain. “Yang dibutuhkan Khairunnas saat ini, bermainlah dengan efesien. Jauhilah berbuat kesalahan sehingga tim tidak rugi. Mudah-mudahan Khairunnas bisa pede,” harap ayah tiga anak ini.

Stiker jangkung Persiraja, Farizal Dillah masih dirundung cedera. Karena, mantan tukang gedor Semen Padang, Gresik United, dan PSPS Pekanbaru hanya bisa berlatih di pinggir lapangan. Padahal ketika hari pertama latihan di bulan puasa, dia sudah berlatih normal.

Sayangnya, pada hari kedua latihan, Farizal Dillah terpaksa menepi. Sejak Selasa (6/6) petang, striker pemain PON Aceh 2008 di Kaltim, hanya dapat melakukan jogging saja. Ini cedera untuk kedua kalinya pada musim ini. Karena sebelumnya, dia sudah absen ketika melawan PSMS Medan, dan PSPS.

Guna mempercepat penyembuhan itu, Farizal harus melakukan terapi. Kondisi serupa juga dialami bek kiri, Amirullah yang juga cedera. Amirullah mengalaminya pasca pertandingan terakhir seusai menjamu Persih Tembilahan di Stadion H Dimurthala, Lampineung. Boleh jadi, cedera berkepanjangan Farizal Dillah memaksa tim pelatih mengubah formasi dengan memasang Fadhil Ibrahim sebagai penyerang tunggal. (ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help