SerambiIndonesia/

Ini Penjelasan Anggota DPRK Abdya Terkait Aksi Baku Hantam dengan Oknum TNI

"Demi Allah, saya tidak mengganggu istri Ismuhadi, dan pernyataan ini juga sudah saya sampaikan kepada Ismuhadi sebelum keributan itu,"

Ini Penjelasan Anggota DPRK Abdya Terkait Aksi Baku Hantam dengan Oknum TNI
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Suasana pasca terjadi keributan antara oknum anggota DPRK Abdya dan anggota TNI dari Koramil 02/Kuala Batee, Senin (19/6) di depan toko UD Berkah Sejahtera, Desa Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Abdya. 

Laporan Zainun Yusuf |  Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Anggota DPRK Abdya, Reza Mulyadi menjelaskan awal mula dan duduk persoalan tentang keributannya dengan oknum anggota TNI dari Koramil Kuala Batee, Senin (19/6/2017) di depan toko UD Berkah Sejahtera, Desa Keude Paya, Kecamatan Blangpidie.

"Demi Allah, saya tidak mengganggu istri Ismuhadi, dan pernyataan ini juga sudah saya sampaikan kepada Ismuhadi sebelum keributan itu," kata Reza Mulyadi yang menghubungi Serambinews.com, Senin (19/6/2017) sekira Pukul 17.27 WIB.

Namun, Reza mengaku pada minggu lalu, dirinya pergi melihat lahan kebun di Kuala Batee.

"Saat beristirahat, saya melihat pesan di handphone, ada pesan dari istri Ismuhadi yang mempertanyakan apa kabar, saya pun membalas, kabar baik," kata Reza.

Setelah membalas pesan itu, selanjutnya Reza mencoba menghubungi istri Ismuhadi, namun tidak diangkat.

Tak lama kemudian, Istri Ismuhadi mencoba menghubungi balik ke Handphone Reza, namun telpon tersebut tak diangkat oleh reza, karena sibuk. Tak lama kemudian, Reza kembali menghubungi istri Ismuhadi menggunakan video call.

"Salah saya, barangkali karena menelpon (bicara) dengan video call, makanya saya dituduh mengganggu, padahal tidak ada," sebut anggota DPRK Abdya itu.

Saat menghubungi Serambinews.com sekira Pukul 17.27, Reza Mulyadi dan Adiknya Azmi mengaku telah meninggalkan Makodim Abdya, yang sebelumnya sempat diamankan di makodim pasca keributan terjadi.

Menurut Reza, sebelum meninggalkan Kodim, telah dilakukan musyawarah penyelesaian persoalan itu secara kekeluargaan.

"Jadi, persoalan ini akan diselesaikan secara adat gampong," pungkasnya. (*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help