SerambiIndonesia/

Jalan Alternatif Krueng Tingkem tidak Boleh Macet

JEMBATAN Krueng Tingkem di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, yang terletak di lintas jalan nasional

Jalan Alternatif Krueng Tingkem tidak Boleh Macet
KETUA DPRA, Tgk Muharuddin didampingi Kasatker Jalan Nasional, Tabrani dan PPK, Amri sedangmeninjau lokasi pembangunan jembatan rangka baja yang baru di Krueng Tingkem, Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Jumat (17/6). 

* Ketua DPRA Minta Petugas dan Alat Berat Siaga
* Jalan Simpang KKA-Batas Bener Meriah Perlu Rambu

JEMBATAN Krueng Tingkem di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, yang terletak di lintas jalan nasional Banda Aceh-Medan, menjadi salah satu lintasan mudik yang kurang menyenangkan.

Pasalnya, para pemudik yang menggunakan mobil harus melalui jalan desa, melingkar sepanjang 7,5 kilometer hingga 8,5 kilometer, baik dari arah Medan-Banda Aceh maupun Banda Aceh-Medan. Sedangkan bagi yang mengunakan sepeda motor, masyarakat sekitar telah menyediakan rakit penyeberangan dengan tarif Rp 5.000 per sekali menyeberang.

Kondisi ini telah berlangsung sejak dua bulan lalu, seiring dengan pembongkaran jembatan untuk pembangunan jembatan baru. Pembongkaran itu dilakukan karena tiang rangka baja penyangga jembatan yang terdapat di dalam sungai, bengkok di hantam kayu saat terjadi banjir bandang pada Februari 2017 silam.

Karena itu, Ketua DPRA, Tgk Muharuddin, saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi Jembatan Krueng Tingkem dalam rangka memantau persiapan arus mudik, mengingatkan kepada Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Jalan Nasional, Tabrani, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Amri, bahwa sangat penting untuk melakukan pemeliharan ruas jalan alternatif yang melintasi jalan desa.

“Untuk ruas jalan alternatif dari Medan ke Banda Aceh yang panjangnya sekitar 7,5 kilometer, memang sudah teraspal. Tetapi akibat terus dilalui truk barang, barem atau pinggiran badan jalan mengalami kerusakan berat dan itu perlu diperbaiki agar arus transportasi tetap lancar,” katanya.

Demikian juga untuk jalan alternatif dari Banda Aceh ke Medan. Muharuddin menyebut, kondisi badan jalan belum teraspal dengan panjang 8,5 kilometer. Untuk itu, lanjutnya, perlu terus dipantau dan disiagakan mobil tangki dan alat berat yang bertugas menyiram jalan agar tidak berdebu dan menimbun jalan yang berlubang.

“Memang mulai minggu ini angkutan mobil barang sudah dilarang. Tetapi karena volume kendaraan yang melintas meningkat, maka perlu disiagakan petugas untuk memantau dan mengatur arus lalu lintas pada ruas jalan alternatif di Krueng Tingkem,” tambah Muharuddin.

Usai meninjau lokasi jembatan, Ketua DPRA selanjutnya melakukan kunjungan ke lintas tengah, melalui ruas jalan Simpang KKA-Batas Bener Meriah. Kawasan jalan tersebut menurut Muhar, secara umum sudah bagus, hanya saja belum ada lampu penerang dan marka jalan sehingga sangat berbahaya bagi pengendara.

“Karena itu perlu dipasang banyak rambu jalan darurat di lintasan daerah rawan kecelakaan, terutama pada lintasan belokan patah dan pendakian,” pinta Ketua DPRA kepada PPTK Jalan Simpang KAA-Batas Meriah.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help