SerambiIndonesia/

Oknum TNI dan Anggota Dewan Abdya Terlibat Baku Hantam

Peristiwa menggangu pagar ayu istri sang Kopda itu terjadi sekitar satu pekan lalu.

Oknum TNI dan Anggota Dewan Abdya Terlibat Baku Hantam
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Suasana pasca terjadi keributan antara oknum anggota DPRK Abdya dan anggota TNI dari Koramil 02/Kuala Batee, Senin (19/6) di depan toko UD Berkah Sejahtera, Desa Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Abdya. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Seorang oknum TNI dari Koramil Kuala Batee terlibat keributan yang berujung aksi baku hantam dengan seorang oknum Anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) di toko UD Berkah Sejahtera di pinggir Jalan Nasional, Desa Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Senin (19/6/2017) siang.

Informasi yang diterima Serambinews.com, peristiwa yang menarik perhatian banyak warga dan pengguna jalan itu dipicu oknum Anggota DPRK Abdya, Reza Mulyadi yang mengganggu istri dari oknum TNI Koramil Kuala Batee, Kopral Dua (Kopda) Ismuhadi.

Peristiwa menggangu pagar ayu istri sang Kopda itu terjadi sekitar satu pekan lalu.

Kejadiaan itu bermula, Ismuhadi bersama Anggota TNI lainnya dalam perjalanan pulang, setelah mengikuti apel Senin pagi di Makodim 0110 Abdya lokasi Bukit Hijau, mereka singgah di Toko UD Berkah Sejahtera di pinggir Jalan Nasional, Desa Keude Paya.

Di dalam toko yang menjual bahan plafon dan bahan bangunan lainnya sudah ada Reza Mulyadi, oknum Anggota DPRK, Azmi, adik dari Reza, dan seorang laki-laki bernama Rahmat.

Entah bagaimana kemudian terjadi keributan yang berujung saling pukul antara Reza Mulyadi dengan Ismuhadi.

Peristiwa keributan dan baku hantam berlanjut antara Azmi (adik Reza) dengan oknum TNI, Ismuhadi di halaman Toko UD Berkah Sejahtera.

Banyak warga yang melihat peristiwa tersebut, termasuk pengguna jalan, tetapi tidak berani mendekat dan melerai peristiwa tersebut.

Tidak lama kemudian, datang sejumlah Anggota TNI dari Kodim 0110 Abdya, termasuk personel polisi dari Polres Abdya dan Polsek Blangpidie untuk mengamankan situasi.

Tidak lama kemudian, oknum Anggota DPRK, Reza Mulyadi dan Azmi dibawa untuk diamankan ke Kodim Abdya. Sedangkan seorang laki-laki lagi (juga saudara dari Reza), menurut keterangan berhasil melarikan diri lokasi tersebut setelah melihat banyak anggota TNI tiba di lokasi.

Dandim 0110 Abdya, Letkol Inf Puji Hartono ketika ditemui wartawan, Senin (19/6/2017) menjelaskan, peristiwa keributan tersebut dipicu karena istri dari Ismuhadi (anggota Koramil Kuala Batee) diganggu oleh Reza (oknum angggota DPRK Abdya) yang terjadi sekitar satu pekan lalu.

"Ismuhadi secara tidak sengaja melihat langsung ketika istrinya menerima video call dari Reza. Padahal, menurut keterangan istri TNI tersebut ketika itu baru selesai mandi," kata Dandim Letkol Inf Puji Hartono. Dandim ketika memberi keterangan kepada wartawan didampingi antara lain, Pasi Intel, Kapten Izhar dan Danramil Kuala Batee, Kapten Fajar Setiawan.

Menurut Dandim, kasus itu sebenarnya sedang dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan.
"Ketua DPRK dan salah seorang anggota DPRK juga sudah datang kepada saya. Keuchik juga saya libatkan dalam penyelesaian ini. Tetapi, sudah ribut seperti ini, " kata Dandim.

Pasca keributan itu, Diakui oleh Dandim, bahwa oknum Anggota DPRK Abdya, Reza Mulyadi, dan adiknya, Azmi sudah diamankan di sel Makodim 0110 Abdya.

"Saya amankan di sini (Makodim) agar tak terjadi macam-macam. Kalau di sini, saya bisa jamin, aman," katanya. (*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help