SerambiIndonesia/

Pemprov Desak ASDP Tarik Tanjung Burang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh bersama Pemko Sabang dan Pemko Banda Aceh, melalui Dirjen Perhubungan

Pemprov Desak ASDP Tarik Tanjung Burang
Kapal lambat KMP Tanjung Burang dan KMP BRR 

SABANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh bersama Pemko Sabang dan Pemko Banda Aceh, melalui Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mendesak PT ASDP untuk menarik KMP Tanjung Burang dari lintasan Balohan-Ulee Lheue, dan menggantikan dengan kapal roro yang lebih bagus dan besar. Sebab, selain lambat, kapal berkapsitas 350 penumpang itu juga sering rusak.

Kadishub Kota Sabang, Irawadi kepada Serambi Minggu (18/6) mengatakan, desakan untuk segera menggantikan KMP Tanjung Burang dengan kapal roro lainnya yang lebih bagus disampaikan Pemerintah Aceh bersama Pemko Sabang dan Pemko Banda Aceh, saat beraudiensi dengan Direktur Sarana perhubungan Darat dan Direktur Prasarana Perhubungan Darat serta PT ASDP, di Kantor Kemenhub RI, Rabu (14/6) lalu di Jakarta.

Dari Pemko Sabang dihadiri Kadishub Sabang, Irawadi bersama Ketua DPRK Muhammad Nasir, dari Pemko Banda Aceh dihadiri Kabid Perhubungan Laut bersama Ketua DPRK Arief Fadillah, sementara dari Pemerintah Aceh dihadiri Kabid Perhubungan Laut. Juga hadir dalam pertemuan itu anggota DPD asal Aceh, Sudirman.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Singo Sari Gedung Karsa Lantai 3 Kemenhub Jalan Medan Merdeka Barat tersebut, para eksekutif dan legislatif itu menjelaskan bahwa, selain lambat KMP Tanjung Burang sudah berusia 20 tahun lebih itu sering rusak.

Kondisi ini jelas sangat mengganggu kelancaran transportasi laut ke Kota Sabang yang sudah ditetapkan sebagai kawasan destinasi wisata internasional.

“Masyarakat dan pemerintah daerah sudah cukup trauma dengan tragedi KMP Gurita yang tenggelam pada tahun 1996. Karenanya kami minta KMP Tanjung Burang segera digantikan dengan kapal roro yang lebih bagus,”katanya.

Sementara dari perwakilan PT ASDP, Wijaya menyatakan, belum bisa memberikan keputusan untuk menarik atau menggantikan KMP Tanjung Burang dari lintasan Balohan-Ulee Lheue sebagaimana disampaikan Pemerintah Aceh bersama Pemko Sabang dan Pemko Banda Aceh tersebut. Karena, saat sekarang tidak ada kapal roro yang stanby.

“Perwakilan PT ASDP akan duduk membicarakan masalah permintaan penggantian KMP Tanjung Burang tersebut,” ujar Wijaya.(az)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help