Pengcab PBSI akan Boikot Pra-PORA
Pengurus cabang (Pengcab) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dari sejumlah kabupaten/kota
* Jika tak Gelar Musprov
BANDA ACEH - Pengurus cabang (Pengcab) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh akan memboikot Pra-PORA cabang bulutangkis jika tak digelar Musyawarah provinsi (musprov) PBSI Aceh terlebih dulu. Pengcab yang menyatakan sikap itu adalah bagian dari pengcab yang melakukan mosi tak percaya terhadap Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Aceh beberapa waktu lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, 17 pengcab PBSI yang menamakan diri ‘Forum Komunikasi Pengcab PBSI Se-Aceh untuk Penyelamatan Organisasi’ menyampaikan mosi tak percaya terhadap Pengprov PBSI Aceh, termasuk pelaksana tugas (plt) ketua umum yang ditunjuk Pengurus Pusat (PP) PBSI. Surat mosi tak percaya yang dikirim ke PP PBSI di Jakarta pada Senin (5/6) tersebut ikut ditembuskan untuk KONI Aceh.
“Kami minta PBSI Aceh menggelar Musprov terlebih dulu, baru diadakan agenda lain seperti Pra-PORA. Jika Pra-PORA bulutangkis tetap dilaksanakan sebelum Musprov, kami akan boikot,” tegas Ketua Harian Pengcab PBSI Bireuen, Fachrial kepada Serambi via selularnya, kemarin.
Soal mosi tak percaya yang disampaikan pihaknya bersama 16 pengcab lain, Fachrial berharap KONI Aceh dapat segera menanggapi aspirasi mereka. “Setelah terpilih ketua baru PBSI Aceh melalui musprov, kan masih bisa diadakan Pra-PORA,” timpal Fachrial. Apalagi, menurutnya, batas akhir pelaksanaan Pra-PORA adalah 15 Desember 2017.
Ungkapan hampir sama juga disampaikan Ketua Harian Pengcab PBSI Aceh Tengah, Effendi Yusuf. Menurutnya, PBSI Aceh harus menggelar Musprov lebih dulu sebagai pengganti Musprov di Meulaboh, 21 Maret 2017 yang saat itu dibatalkan secara sepihak dan mendadak tanpa ada penjelasan ke Pengcab. “Jika tak digelar Musprov dulu, kami sudah sepakat untuk memboikot Pra-PORA,” kata Effendi.
Terkait mosi tak dipercaya yang diajukan pihaknya, Effendi berharap KONI Aceh dapat menampung aspirasi mereka. “KONI Aceh kan bisa menilai sendiri lebih banyak mana pengcab yang menyatakan mosi tak percaya kepada PBSI Aceh dengan yang tidak. Kalau perlu, KONI Aceh bisa panggil semua pengcab PBSI untuk membahas masalah ini. Jangan berlarut-larut,” sarannya.
Wakil Ketua II Pengcab PBSI Pidie, Mukhtar mengungkapkan, pihaknya juga tak akan ambil bagian pada Pra-PORA jika PBSI Aceh tak menggelar Musprov terlebih dulu. “Tapi, kami juga masih menunggu tanggapan dari KONI Aceh terkait mosi tak percaya yang kami sampaikan beberapa waktu lalu,” ujar Mukhtar.
Ketua Umum Pengcab PBSI Aceh Besar, H Khairuddin SE juga berharap digelar Musprov dulu sebelum Pra-PORA. “Jangan paksakan dulu Pra-PORA sebelum musprov digelar,” ungkap Khairuddin via telepon.
Sedangkan Ketua Umum Pengcab Banda Aceh, Drs Zulkifli Hs MM berharap KONI Aceh dan PP PBSI memfasilitasi agar PBSI Aceh segera menggelar Musprov. “Kepada pengurus lama juga harus legowo jika dalam nanti tak terpilih lagi. Ini semua untuk kebaikan PBSI Aceh di masa mendatang,” ujar Zulkifli.(jal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pbsi_20161126_150519.jpg)