SerambiIndonesia/

Ramadhan Mubarak

Perisai Diri dan Nilai-nilai Edukasi

MANUSIA merupakan makhluk Allah yang diciptakan dari tanah dan roh Ilahi. Tanah mendorongnya memenuhi

Perisai Diri dan Nilai-nilai Edukasi

Oleh Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Email: farid.wajdi.ibr@gmail.com

MANUSIA merupakan makhluk Allah yang diciptakan dari tanah dan roh Ilahi. Tanah mendorongnya memenuhi kebutuhan-kebutuhan jasmani, sedangkan ruh Ilahi mengantarkannya kepada hal-hal yang bersifat rohaniah. Dorongan kebutuhan jasmani seperti makan, minum dan kebutuhan biologis lainnya memegang peran utama dalam kehidupan manusia, sehingga tak jarang pula manusia terjerumus karenanya. Kemampuan mengendalikan diri dalam kebutuhan-kebutuhan tersebut merupakan kewajiban bagi seorang manusia agar selamat dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.

Puasa Ramadhan merupakan satu momentum latihan atau didikan untuk jiwa seorang insan. Puasa merupakan perisai untuk melindungi dari serangan syahwat. Puasa mampu menjaga roh, hati dan tubuh dari segala macam penyakit. Puasa memiliki faedah dan manfaat kedokteran dalam mengobati penyakit tubuh. Sebagai contoh, ketika seseorang ingin melakukan pemeriksaan medis, biasanya individu tersebut dianjurkan untuk berpuasa. Puasa juga bisa meningkatkan daya konsentrasi dan upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Dalam pandangan agama puasa dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Puasa dalam pandangan Islam sebagaimana firman Allah Swt, “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183). Puasa atau shiyam dalam bahasa Alquran berarti “menahan diri”. Puasa menahan diri dari makan, minum dan yang membatalkannya, dengan niat yang tulus karena Allah Swt, karena puasa mengandung penyucian, pembersihan, dan penjernihan diri dari kebiasaan-kebiasaan yang jelek dan akhlak yang tercela. Menahan diri dibutuhkan oleh setiap orang, kaya atau miskin, muda atau tua, lelaki atau perempuan, sehat atau sakit, orang modern yang hidup masa kini, maupun manusia primitif yang hidup masa lalu, bahkan perorangan atau kelompok.

Puasa dapat menyucikan badan dan mempersempit jalan setan. Dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim ditegaskan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Wahai pemuda, barang siapa di antara kalian yang sudah mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa karena puasa merupakan penawar baginya.” Hal ini berarti puasa merupakan benteng pertahanan diri bagi individu untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang merusak, dan penyimpangan-penyimpangan perilaku, serta suatu metode untuk menahan atau mengendalikan diri yang merupakan bagian dari upaya meningkatkan SDM sebagai hamba Allah yang muttaqin.

SDM adalah potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan peranannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri, serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan, yakni dunia dan akhirat.

Nilai edukasi
Melalui bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan maghfirah ini, ada beberapa langkah dan nilai edukasi untuk meningkatkan SDM sebagai manusia yang unggul, antara lain: Pertama, belajar dan mendidik dirinya untuk berdedikasi, yaitu seorang manusia yang unggul haruslah mempunyai rasa pengabdian terhadap tugas dan pekerjaannya. Dia harus memiliki visi jauh ke depan. Momentum Ramadhan memberikan peluang pada seseorang untuk melatih berdedikasi, sehingga terbentuk kedisiplinan dalam semua dimensi kehidupan, baik dalam hal ibadah maupun bermuamalah;

Kedua, jujur, kejujuran memang penting tidak hanya jujur pada orang lain tapi jujur pada diri sendiri. Terhadap orang lain seorang harus dapat bekerja sama, dan di dalam kerja sama itu harus dilandasi rasa saling percaya. Orang juga harus jujur pada kemampuan dirinya sendiri, umpamanya jujur pada apa yang dapat diperbuat dan apa yang tidak dapat diperbuat. Inilah bagian dan hikmah Ramadhan untuk melatih kejujuran;

Ketiga, inovatif, seorang manusia yang unggul bukanlah manusia yang cepat merasa puas dengan apa yang telah dicapainya, melainkan manusia unggul adalah manusia yang kreatif, yang selalu aktif mencari hal-hal baru, termasuk dalam beribadah;

Keempat, tekun, manusia unggul ialah seorang yang dapat memfokuskan perhatiannya kepada sesuatu yang dikerjakannya. Ketekunan akan akan menghasilkan sesuatu, karena manusia unggul tidak akan berhenti sebelum dia membuahkan sesuatu. Ramadhan merupakan bulan untuk mendidik pribadi kita menjadi pribadi yang tekun, seperti halnya dalam beribadah pada Allah Swt sebagaimana firman-Nya, “Sebutlah nama Tuhanmu, beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.” (QS. Al-Muzammil: 8);

Kelima, ulet, manusia unggul adalah manusia yang tidak mudah putus asa. Dia akan terus-menerus mencari dan mencari, dibantu sikap tekun, maka keuletan akan membawa dia kepada sesuatu dedikasi pekerjaan yang baik dan bermutu. Allah Swt sangat membenci orang-orang yang mudah menyerah dan berputus asa, sebagaimana firman-Nya, “...dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir.” (QS. Yusuf: 87).

Oleh karena itu, SDM adalah potensi manusiawi sebagai penggerak untuk mewujudkan eksistensinya. SDM merupakan suatu proses mendayagunakan manusia sebagai insan yang bertakwa kepada Allah Swt, agar potensi fisik dan psikis yang dimilikinya berfungsi maksimal untuk menggapai ridha Allah Swt.

Di samping itu, manusia adalah makhluk Allah yang kompleks dan unik serta diciptakan dalam integrasi dua substansi yang tidak berdiri sendiri, yaitu tubuh (fisik/jasmani) sebagai unsur materi, dan jiwa yang bersifat non materi. SDM merupakan aset dan berfungsi sebagai modal (non material/non finansial) di dalam kehidupan, yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata dalam upaya meningkatkan iman dan ketakwaan pada Allah Swt.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help