SerambiIndonesia/

Ayah-Anak Sigap Tangkap Begal

Syech Masri dan anaknya Febri, Senin (19/6) siang, sekira pukul 11.30 WIB berhasil menangkap dua orang pria

Ayah-Anak Sigap Tangkap Begal
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Kanit Resmob Satreskrim Polres Aceh Barat, Bripka Yudha memperlihatkan empat tersangka kasus begal dan barang bukti ketika diamankan di Polres, Rabu (29/6/2016). 

MEULABOH-Syech Masri dan anaknya Febri, Senin (19/6) siang, sekira pukul 11.30 WIB berhasil menangkap dua orang pria yang diduga sebagai pelaku begal, tepatnya di depan Mapolsek Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat di kawasan Suak Indrapuri.

Informasi yang diperoleh Serambi, dua pria yang belum diketahui identitasnya itu dihajar sang ayah ketika sang anak secara tidak sengaja mengenali dua pelaku yang kebetulan membegal anaknya, Minggu (18/6) malam, persisnya di belakang Kantor Pelayanan SIM Polres Aceh Barat di kawasan Suak Indrapuri, Meulaboh.

Menurut informasi, dua pelaku begal tersebut mengaku berasal dari Tangse, Pidie dan Panggong, Meulaboh.

Aksi heroik sang ayah itu timbul ketika keduanya pada Senin siang memang sedang mencari-cari siapa pelaku yang telah membegal sang anaknya, karena dituduh melakukan perbuatan tak senonoh dengan sang pacar ketika melintasi lokasi wisata Suak Indrapuri pada Minggu malam, sekira pukul 20.15 WIB.

Sang anak mengenali pelaku dan ketika didatangi keduanya sedang bekerja sebagai buruh kasar pada kompleks perumahan TNI, sehingga langsung dihajar oleh ayah dan anak tersebut.

Polisi dan warga yang melihat keributan langsung mendatangi lokasi kejadian, dan dua pelaku diamankan polisi di Mapolsek Johan Pahlawan.

Sejumlah awak media yang mengetahui kejadian ini langsung mendatangi kantor polisi, namun hingga berita ini ditulis polisi belum mengizinkan jurnalis mengambil gambar pelaku yang diduga sebagai begal tersebut.

Kepada wartawan, Syeh Masri mengatakan, sebelum kejadian ia bersama anaknya Febri kebetulan sedang mencari pelaku yang disebut-sebut telah melakukan penodongan terhadap sang anak bersama teman perempuannya ketika sedang melintas di kawasan wisata Pantai Suak Indrapuri.

Saat kejadian pada Minggu malam, anaknya dituduh oleh pelaku telah melakukan tindakan yang tak wajar, sehingga dihentikan oleh dua pelaku yang sehari-hari membuka usaha dagangan di lokasi ini.

Merasa tak melakukan perbuatan seperi yang dituduhkan, Febri mencoba melawan dan mengatakan bahwa ia tidak melakukannya, kecuali hanya kebetulan lewat dan akan kembali ke rumah.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help