SerambiIndonesia/

DPRA: Normalkan Listrik ke Pelanggan

Suplai arus listrik kepada pelanggan di wilayah hukum Aceh sampai memasuki minggu keempat bulan puasa

DPRA: Normalkan Listrik ke Pelanggan
KETUA DPRA, Tgk Muharuddin sedang meninjau lokasi PLTMG Arun Lhokseumawe, Jumat (17/6). 

Suplai arus listrik kepada pelanggan di wilayah hukum Aceh sampai memasuki minggu keempat bulan puasa Ramadhan tahun ini belum juga normal. Pemadaman bergilir masih terus terjadi di beberapa wilayah kendati tidak terlalu lama, di antaranya wilayah Pantai Barat - Selatan, lintas Tengah dan pesisir Pantai Timur - Utara Aceh.

“Pemadaman arus listrik itu sangat tidak memberikan kenyaman bagi masyarakat Aceh yang sedang menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini,” kata Ketua DPRA Tgk Muharuddin kepada Pengelola PLTMG Arun Lhokseumawe pada saat melakukan kunjungan kerjanya Jumat (17/6) lalu, ke lokasi PLTMG Arun Lhokseumawe.

Muharuddin mengatakan, kunjungan kerjanya ke lokasi PLTMG Arun Lhokseumawe ini sengaja dilakukan untuk melihat 19 unit mesin pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) yang dikatakan mengalami kerusakan, sehingga membuat suplai listrik kepada pelanggan PLN di wilayah pantai timur utara sampai Banda Aceh menurun.

Penurunan ini menyebabkan PLN harus melakukan pemadaman bergilir. Kondisi itu benar-benar sangat tidak menyenangkan pelanggan listrik, terutama pada saat berbuka, shalat Tarawih, dan makan sahur. Pelanggan sangat kecewa, karena PLN tidak mampu memenuhi suplai kebutuhan listrik masyarakat Aceh.

Misi lain dari kunjungan ke PLTMG Arun, kata Muharuddin, untuk menyerap aspirasi pihak PLN mengenai kendala dan hambatan serta tantangan yang dihadapi PLN untuk pemenuhan kebutuhan arus listrik masyarakat. “Pihak PLN menyatakan kepada kami untuk menormalkan suplai arus listrik kepada pelanggan di Aceh. PLN butuh tambahan sumber tenaga listrik yang baru dari sumber tenaga listrik yang telah ada di Aceh saat ini,” kata dia.

Kebutuhan arus listrik di Aceh saat ini antara 360 - 380 mega watt (MW). Sedangkan daya listrik yang bisa dihasilkan dari pembangkit yang terdapat di Aceh sekitar 235 - 300 MW, sehingga untuk pemenuhan kekurangan sekitar 80 - 170 MW lagi per hari, harus disuplai dari pembangkit listrik di Sumut melalui jaringan listrik interkoneksi tegangan tinggi 150 KVA Sumut - Aceh.

Program pembangunan jaringan interkoneksi listrik tegangan tinggi 150 KVA Sumut - Aceh yang dibangun pihak PLN beberapa tahun lalu itu, menurut penjelasan PLN, kata Muharuddin, memberikan manfaat kepada pelanggan listrik di Aceh. Salah satunya adalah pada saat daerah ini mengalami penurunan arus listrik dari pembangkit listrik yang ada di Aceh untuk pemenuhan kekurangannya bisa dibantu dari pembangkit listrik di Sumut. Dan sebaliknya, jika sewaktu-waktu nanti seluruh program pembangunan tenaga listrik baru yang pembangunannya telah direncanakan di Aceh beroperasi, daerah ini bisa mengirim kelebihan arus listriknya ke Sumut.

Pihak PLN menjelaskan, ada beberapa program pembangunan sumber tenaga listrik baru yang akan dilakukan di Aceh. Di antaranya PLN akan membangun kembali PLTMG berkapasitas 250 MW di dekat lokasi PLTMG yang sudah ada. Berikutnya di Krueng Raya akan dibangun PLTMG berkapasitas 50 MW. Selain itu, di Nagan Raya dan Meulaboh juga akan dibangun kembali PLTU berkapasitas 2 x 200 MW.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help