SerambiIndonesia/

Dua Pemuda Aceh Imami Qiyamulail di Bangkok

PEMUDA Aceh kembali mengukir prestasi dengan menjadi imam shalat Tarawih dan Qiyamulail di negara

Dua Pemuda Aceh Imami Qiyamulail di Bangkok

PEMUDA Aceh kembali mengukir prestasi dengan menjadi imam shalat Tarawih dan Qiyamulail di negara lain. Kali ini, dua pemuda Aceh, yaitu Abi Mas’ud Irhamullah dan Muhammad Sayuti, menjadi imam shalat Tarawih dan Qiyamulail di Bangkok, Thailand, pada Ramadhan 1438 H.

Abi Mas’ud Irhamullah merupakan putra Aceh Besar yang juga Direktur Lembaga Tahsin-Tahfidz-Tafsir Alquran (LT3Q) Aceh, sedangkan Muhammad Sayuti merupakan putra Aceh Utara. Ini pengalaman pertama bagi keduanya mengimami shalat Tarawih dan Qiyamulail di Bangkok.

Keduanya diundang oleh Mr Rangsan bin Khamson, seorang imam dan khatib keturunan Jawa yang lahir dan besar di Kota Bangkok, Thailand. “Ini merupakan kali pertama kami ke kota ini untuk mengisi aktivitas sepuluh Ramadhan terakhir,” kata Abi Mas’ud kepada Serambi, Senin (19/6) melalui whatsapp dari Bangkok.

Abi Mas’ud menyatakan bahwa keduanya tiba di Bangkok pada 20 Ramadhan 1438 H. “Kami akan berada di kota Bangkok selama sepuluh Ramadhan terakhir dengan berbagai aktivitas termasuk menjadi imam untuk shalat Tarawih dan Qiyamulail di beberapa masjid termasuk masjid KBRI, Masjid Jawa, dan Masjid Indonesia,” ujarnya.

Kedatangannya, sambung Abi Mas’ud, disambut antusias masyarakat Indonesia yang tinggal kota itu. “Tadi malam kami disambut hangat oleh Duta Besar RI untuk Thailand, Bapak HE Ahmad Rudi dan juga dihadiri beberapa mahasiswa. Pak Dubes mengapresiasi kedatangan kita di sana,” kata dia.

Metode Elmas’udi
Abi Mas’ud Irhamullah juga menjelaskan bahwa kedatangannya ke kota ini selain menjadi imam juga mengadakan pelatihan menghafal Alquran dengan metode Elmas’udi. Kegiatan ini berlangsung menjelang berbuka puasa dan setelah shalat Subuh, bagi anak-anak, remaja, dan orang tua yang bertempat di Masjid Jawa.

Program ini untuk mensyiarkan cara mudah menghafal dan mencetak generasi muda penghafal Alquran. “Pak Dubes mengatakan syiar dan pelatihan Alquran ini sangat mereka syukuri. Bahkan beliau menjanjikan keikutsertaan anak-anak KBRI dalam pelatihan tersebut,” kata Abi Mas’ud.

Metode Elmas’udi merupakan sistem tahsin ma’a tahfidz bi fahmi al ma’ani wal aayah, yaitu sistem menghafal terbaru yang lebih menonjolkan kualitas dari pada kuantitas hafalan. Metode ini, kata Abi Mas’ud, mulai menarik minat kalangan muda di Aceh.

“Di metode ini, semua peserta wajib menghafal dengan irama, bacaan, makhraj, dan al waqf wa al ibtida’ yang sama yang dibimbing oleh muhafiz. Setiap juz yang dihafal wajib diujikan sebelum naik ke juz selanjutnya disertai dengan pemahaman dan hafal nomor ayat,” demikian kata Abi Mas’ud dari Bangkok.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help