SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Implementasikan Secara Massif Fatwa MPU Aceh tentang Zakat Fitrah

Hasil fatwa MPU Aceh di atas menurut pengamatan kami belum diaplikasikan secara menyeluruh di seluruh Aceh.

Implementasikan Secara Massif Fatwa MPU Aceh tentang Zakat Fitrah
tribunnews.com
Ilustrasi 

Oleh: Tgk H Nuruzzahri (Waled Samalanga), Ketua Mustasyar Himpunan Ulama Dayah Aceh dan Rais Syuriah NU Aceh

SALAH satu kewajiban lain yang wajib ditunaikan umat Islam setelah selesai puasa Ramadhan adalah mengeluarkan zakat fitrah.

Para ulama antarmazhab memang berbeda pendapat mengenai bentuk atau takaran harta yang harus dikeluarkan.

MPU Aceh pada tahun 2014 telah mengeluarkan Fatwa Nomor 13 tentang Zakat Fitrah di Aceh. Ada sebanyak lima poin penting dalam fatwa tersebut, yaitu:

Pertama, zakat fitrah adalah kadar harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim pada akhir ramadhan; kedua, zakat fitrah wajib dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok daerah setempat.

Ketiga, kadar zakat fitrah yang dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok adalah 2,8 kg; keempat, zakat fitrah berdasarkan mazhab Hanafi dapat dikeluarkan dalam bentuk harta dari kurma kering gandum sya'ir, anggur kering, dan gandum bur.

Kelima, kadar zakat fitrah yang dikeluarkan dalam bentuk harga dari kurma kering, gandum sya'ir, anggur kering dan gandum bur adalah sebanyak 3,8 kg.

Hasil fatwa MPU Aceh di atas menurut pengamatan kami belum diaplikasikan secara menyeluruh di seluruh Aceh.

Padahal MPU sebuah lembaga keagaamaan yang di dalamnya para ulama dan intelektual yang mewakili rakyat Aceh.

Mematuhi MPU sama dengan mematuhi pemerintah (wa ulul amri minkum). Masih ada beberapa kabupaten kota yang mengajurkan warganya memberikan zakat fitrah dengan beras saja, tidak dibenarkan mengeluarkan dengan uang.

Di samping itu, masih banyak orang-orang yang condong memberikan zakat fitrah dengan uang, alih-alih mengikut mazhab Hanafi, mereka mengeluarkannya dengan harga beras, padahal dalam mazhab Hanafi yang dihargakan itu adalah harga kurma kering, gandum sya'ir, anggur kering atau gandum bur yang harga tiap-tiapnya tentu lebih mahal dari harga beras.

Jadi harapan kami, kepada warga yang memilih membayar zakat dengan uang, keluarkan zakat sesuai dengan harga gandum sya'ir, anggur kering, kurma kering, atau gandum bur agar zakat kita jadi sah.

Karena membayar dengan harga beras tidak ada sebuah pendapat imam mazhabpun yang membolehkannya. Jika kita berpuasa sesuai dengan mazhab imam Syafi'i, seyogyanya saat mengeluarkan zakat fitrah ikut juga ketentuan yang berlaku dalam mazhab Imam Syafi'i. (*)

Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help