SerambiIndonesia/

PLN Butuh Pembangkit Baru

Banda Aceh dan Aceh Besar terus akan mengalami pemadaman bergilir, karena mesin pembangkit listrik

PLN Butuh Pembangkit Baru

Banda Aceh dan Aceh Besar terus akan mengalami pemadaman bergilir, karena mesin pembangkit listrik yang terdapat di Luengbata, Banda Aceh, disamping usianya sudah belasan tahun, kapasitasnya juga hanya mampu menghasilkan daya listrik 17 MW, sementara kebutuhan arus listrik untuk dua daerah itu mencapai 90 - 110 MW.

Kekurangan kebutuhan daya dan arus listrik Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, sekitar 80 - 90 MW itu, disuplai dari dua sumber pembangkit yaitu PLTMG Arun Lhokseumawe atau PLTU Nagan Raya. Karena jarak antara pembangkitnya terlalu jauh, maka banyak gangguan dalam perjalanannya.

Solusi terbaik dari masalah kekurangan daya listrik untuk Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, kata GM PT PLN persero Wil I Aceh, Jefri Rosiadi, adalah membangun pembangkit tenaga listrik baru di dua wilayah itu.

PLN, kata Jefri, pada tahun ini akan membangun PLTMG berkapasitas 50 MW di Ladong, Krueng Raya, Aceh Besar . Harapan lain PLN untuk menambah daya listrik di Banda Aceh dan Aceh Besar, Gubernur terpilih Aceh yang baru Irwandi Yusuf dalam menyusun program prioritasnya hendaknya bisa memasukkan kembali program pembangunan pembangkit listrik dari sumber panas bumi (geothermal) Seulawah Agam, Aceh Besar.

Informasi yang kami ketahui, kata Jefri, pada tahun 2008 lalu, pada masa rehab rekon Aceh pascagempa bumi dan tsunami, pemerintah Jerman melalaui KFW-nya telah memberikan dana hibah untuk pelaksanaan eksplorasi program pembangkit listrik tenaga panas bumi Seulawah Agam senilai 7 juta Euro.

Proyek tersebut telah dirintis Irwandi Yusuf diakhir masa pemerintahan 2012, tapi karena dalam Pilkada 2012 lalu yang menang pasangan dr Zaini Abdullah bersama Muzakir Manaf, maka programnya menjadi terputus.

Pada saat itu Irwandi Yusuf berpesan kepada Gubernur dr Zaini Abdullah untuk melanjutkannya, tapi sampai hampir habis masa Pemerintahan Gubernur Zaini Abdullah, 25 Juni 2017 mendatang, pelaksanaan kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi itu belum jalan sampai kini.

Setelah Irwandi Yusuf kembali memenangkan Pilkada Gubernur Aceh, kata Jefri, pihaknya sangat berharap proyek pembangkit listrik dari sumber panas bumi (geothermal) Seulawah Agam itu bisa dirintis kembali oleh Irwandi Yusuf.

Kalau proyek itu jadi, menurut Jefri, sangat membantu tambahan daya arus listrik untuk kebutuhan Kota Banda Aceh dan Aceh Besar yang mencapai 110 MW. Kalau proyek listrik panas bumi itu jadi dioperasikan, untuk tahap pertama bisa menghasilkan 55 MW dan tahap kedua juga 55 MW. Totalnya menjadi 110 MW. Ini sudah mampu memenuhi kebutuhan arus listrik dua daerah itu.

Permintaan arus listrik di Aceh, kata Jefri, terus meningkat 10 - 30 persen, apalagi setelah Menteri Agraria/Kepala BPN Pusat Sofyan Djalil menerbitkan SK HPL PPS Lampulo, permintaannya akan meningkat lagi. Alasannya, karena perusahaan perikanan akan banyak membangun cold storage dan pabrik pengalengan ikan untuk proses produk ikannya yang mau diekspor di Kawasan Industri Perikanan Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo. “ Untuk itu PLN bersama Pemerintah Aceh perlu mengantisipasinya dari sekarang,” ujar Jefri.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help