SerambiIndonesia/

Ratusan Hektar Lahan Padi di Bandarbaru Terancam Gagal Panen

Tak hanya lahan perswahan di Kemukiman Lancok saja yang mengalami pasokan air minim juga terjadi

Ratusan Hektar Lahan Padi di Bandarbaru Terancam Gagal Panen
Tiga petani dari Kenukiman Gampong Lhang Tijue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, menggali sumur bor diareal persawahan guna mengaliri lahan padi yang didera kemarau panjang sejak satu bulan terakhir, Kamis ( 14/7). Usaha tersebut untuk mengatasi gagal panen musim gadu. SERAMBI / IDRIS ISMAIL 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, ‎MEUREUDU - Ratusan hektar areal persawahan di Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya (Pijay) terancam gagal panen menyusul suplai air yang minim pasca dilakukan perbaikan pintu saluran irigasi induk di Gampong Sukon, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie.

"Perbaikan saluran irigasi induk ini prkatis menyebabkan suplai air atau pasokan menjadi minim sehingga menyebabkan ratusan hektare menjadi kering,"sebut Syukri salah satu petani di Kemukiman Lancok, Bandarbaru kepada Serambinews.com, Selasa (20/6/2017).

Tak hanya lahan perswahan di Kemukiman Lancok saja yang mengalami pasokan air minim juga terjadi di Kemukiman Nyong dan Kemukiman Musa.

Dikhawatirkan jika persoalan ini tak teratasi maka tidak tertutup kemungkinan menyebabkan menjdi gagal panen.

Apalagi, usia padi musim gadu ini telah sudah mencapai satu bulan. Namun, hampir tiga pekan pasokan air dari saluran induk irigasi Blang Sukon, Teupin Raya , terhenti dampak saluran tersebuat sedang diperbaiki.

Meski dua hari lalu sempat pintu air saluran dibuka guna menyiasati krisis air, hanya mencukupi pasokan suplai air yang terpaut pada saluran irigasi saja. "Kami meminta agar pihak dinas Pekerjaan Umum (PU) Pidie untuk dapat segera menuntaskan perbaikan saluran induk di Blang Sukon agar pasukan air menjadi normal kembali," ujarnya (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help