SerambiIndonesia/
Home »

Bisnis

» Mikro

Jelang Lebaran, Tebus Emas Meningkat

Menjelang Idul Fitri 1438 H, animo masyarakat melunasi atau menebus emas meningkat hingga 70 persen

Jelang Lebaran, Tebus Emas Meningkat
SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA
Pedagang emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh sedang menyusun rantai tangan, kalung, gelang, serta cincin emas di etalase tokonya, Selasa. SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA 

BANDA ACEH - Menjelang Idul Fitri 1438 H, animo masyarakat melunasi atau menebus emas meningkat hingga 70 persen dibandingkan hari-hari biasa di Pegadaian Syariah Area Aceh. Sedangkan yang gadai emas hanya 30 persen. Sementara di Bank Syariah Mandiri (BSM) Area Aceh, jumlah gadai dan tebus emas hampir berimbang.

Asisten Manager Penjualan PT Pegadaian Syariah Area Aceh, Fauzi Gazali SE kepada Serambi, Selasa (20/6), mengatakan trennya hampir setiap tahun jelang Lebaran, pelunasan emas di Pegadaian cukup signifikan. “Kalau emas biasalah budaya masyarakat kita di sini pasti mau dipakai saat Lebaran. Tahun lalu sampai Rp 40 miliar untuk pelunasan emas jelang Lebaran. Sedangkan tahun ini sampai sekarang di seluruh Aceh pelunasan emas sekitar Rp 20 miliar,” sebutnya.

Menurutnya, jumlah tebus emas tahun ini bisa saja lebih meningkat atau hampir sama dengan tahun lalu karena masih ada beberapa hari lagi menjelang Lebaran. Tren tebus emas jelang Lebaran, dikatakan tidak hanya terjadi di Aceh, namun juga di Pegadaian seluruh Indonesia.

Selain tebus emas, masyarakat juga dapat menitipkan emasnya di Pegadaian melalui program rahn (gadai emas) yaitu menitipkan emas sekaligus mengambil pinjaman. “Ambil pinjamannya tidak harus penuh, bisa saja sesuai kebutuhan untuk mudik. Tidak harus mengambil maksimal pinjamannya,” kata Fauzi.

Misalnya emas satu mayam seharga Rp 1,8 juta, kemudian nasabah meminjam Rp 500 ribu untuk keperluan mudik. Dengan nilai barang 1 mayam dan pinjaman Rp 500 ribu, maka biaya titipnya Rp 2.500 per 10 hari atau hanya Rp 7.500/bulan .

Untuk penitipan emas, masyarakat cukup membawa syarat berupa KTP dan barangnya. Sementara untuk penitipan kendaraan sepeda motor dan mobil maka syaratnya ditambah dengan BPKB dan STNK. Biaya titip kendaraan juga dihitung per 10 hari berdasarkan nilai barang dan pinjaman yang diambil. Jangka waktu pelunasan maksimal juga empat bulan.

Sementara Area Pawning Manager BSM Area Aceh, Syurkani yang dikonfirmasi terpisah mengatakan pihaknya juga melayani nasabah yang menitipkan emasnya dengan biaya titip 50 persen dan akad tetap gadai.

“Tujuan nasabah untuk titip emas, skim yang ada di BSM adalah gadai. Emasnya digadai, karena tidak butuh dana jadinya hanya dicairkan 50 persen dari pembiayaan seharusnya,” kata Syurkani.

Ia mencontohkan titip emas 1 mayam, cair normalnya Rp 1,3 juta dengan biaya titip Rp 15.000- Rp 20.000 per bulan. Namun karena hanya dititip dan tidak membutuhkan dana, maka dicairkan 50 persen Rp 600 ribu yang masuk ke rekening dengan biaya titip Rp 7.000-Rp 9.000 per bulan. “Dana tersebut boleh dipakai boleh tidak, ketika selesai mudik bisa langsung diambil,” tutupnya. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help