SerambiIndonesia/

Bulog akan Datangkan 14 Ton Bawang Putih

Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Aceh akan mendatangkan kembali 14 ton bawang putih dari Jakarta

Bulog akan Datangkan 14 Ton Bawang Putih
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Sekitar kurang lebih 100 kilogram atau 25 karung bawang merah dan bawang putih bantuan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pidie Jaya (Pijay), yang diserahkan untuk Kecamatan Meurahdua, kini membusuk di kantor camat setempat. 

BANDA ACEH - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Aceh akan mendatangkan kembali 14 ton bawang putih dari Jakarta setelah Idul Fitri 1438 H. Sebelumnya awal Juni lalu, Bulog Divre Aceh sudah mendatangkan 21 ton bawang putih melalui Pelabuhan Malahayati Aceh Besar, dan Lhokseumawe yang disalurkan ke sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

“Dari 21 ton bawang putih yang masuk sudah terjual atau tersalurkan ke masyarakat sekitar satu ton lebih, dan setelah lebaran kita akan menerima 14 ton lagi bawang putih dari Jakarta,” kata Kepala Perum Bulog Divre Aceh, Fatah Yasin kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (20/6).

Ia menambahkan sebanyak 21 ton bawang putih tersebut disalurkan secara merata ke sejumlah kabupaten/kota yaitu di Banda Aceh sebanyak 4,5 ton, Sigli 2,5 ton, Lhokseumawe 2 ton, Blangpidie 2 ton, Meulaboh 2,5 ton, Kutacane 2 ton, Langsa 3,5 ton, dan Takengon 2 ton.

Sementara untuk harga sembako, dikatakan tergolong stabil dan tidak ada gejolak harga menjelang lebaran. Berdasarkan laporan harga eceran dari Bulog Divre Aceh minggu ini harga beras, tepung terigu, minyak goreng curah, mentega, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, garam, kacang kedelai, kecanag hijau, kacang tanah tergolong stabil tetap.

“Minggu ini bawang merah mengalami penurunan harga dari sekitar Rp 27.000/kg menjadi Rp 22.000/kg. Sama halnya dengan bawang putih dari Rp 38.000/kg turun menjadi Rp 30.000/kg,” sebutnya.

Di samping itu, Fatah Yasin juga menyampaikan terkait beras untuk rumah tangga miskin (raskin) yang sudah tersalurkan secara umum hampir 70 persen diseluruh wilayah Aceh. “Dalam proses penyaluran apabila ada hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti adanya beras tak layak pakai maka prinsipnya kita harus segera menggantikannya. Segera laporkan untuk ditarik dan diganti, seberapapun jumlahnya,” tandasnya.

Penyaluran raskin yang sudah dilakukan secara 100 persen yaitu di Banda Aceh, Sabang, Aceh Barat, Simeulue, Aceh Jaya, Nagan Raya, Gayo Lues, Aceh Selatan, dan Aceh Barat Daya. Sementara yang sudah tersalur 90 persen dan 80 persen yaitu di Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Langsa, Bener Meriah, sedangkan kabupaten lainnya baru tersalur sekitar 30 persen. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help