SerambiIndonesia/

PMI Banda Aceh Gunakan Pendeteksi Vena

"Dengan alat ini, petugas bisa dengan cepat mendeteksi letak vena. Terutama pada pendonor yang memiliki bobot berlebih, "

PMI Banda Aceh Gunakan Pendeteksi Vena
SERAMBINEWS.COM/ EDDY FITRIADY
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Banda Aceh, dr T Ilhami Surya Akbar MBiomed memperagakan cara penggunaan alat pendeteksi vena, Kamis (22/6) di Markas PMI Kota Banda Aceh. 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM,  BANDA ACEH – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh sejak Kamis (22/6) mulai menggunakan alat pendeteksi vena, atau disebut juga “VeinSpy” dalam proses pengambilan darah. Alat tersebut berfungsi untuk memudahkan petugas dalam menemukan letak vena,  sebelum dilakukan injeksi atau pengambilan darah. 

Hal itu disampaikan Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Banda Aceh, dr T Ilhami Surya Akbar MBiomed saat ditemui Serambinews.com di Markas PMI, Kamis (22/6). T Ilhami turut mempraktikkan cara pemakaian alat tersebut kepada petugas yang biasa bertugas di UTD maupun Mobile Unit.

"Dengan alat ini,  petugas bisa dengan cepat mendeteksi letak vena. Terutama pada pendonor yang memiliki bobot berlebih, " ujar T Ilhami,  sambil menunjukkan cara kerja alat yang menggunakan teknologi infrared itu pada salah satu lengan petugas. Dia lalu menghidupkan alat tersebut dan menempelkannya pada lengan petugas, tepat di titik pengambilan darah.

Amatan Serambinews.com, alat sebesar genggaman orang dewasa bisa menerawang pembuluh vena di lengan petugas. Cahaya infrared yang sangat terang dan tajam membuat pembuluh vena berwarna kehitaman,  dan kontras dibanding warna kulit di sekitarnya.

Menurut Ilhami, saat ini pihaknya memiliki dua alat buatan India tersebut. Meskipun ringan dan sangat simpel, lanjutnya, alat tersebut berharga lumayan mahal. "Alat ini berharga jutaan rupiah per unitnya. Kami harus tetap sediakan karena ini memang kebutuhan," jelasnya, dan menyebut veinspy sebagai antisipasi terjadinya salah tusuk jarum. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Eddy Fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help