SerambiIndonesia/

Tafakur

Hari Kemenangan

Hari raya Idul Fitri berulang setiap tahun pasca Ramadhan atau tepatnya pada 1 Syawal. Umumnya kita orang

Hari Kemenangan
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar saja” (HR. An Nasa’i).

Hari raya Idul Fitri berulang setiap tahun pasca Ramadhan atau tepatnya pada 1 Syawal. Umumnya kita orang Muslim merasa gembira saat merayakan hari kemenangan ini setelah berjuang sebulan penuh. Tapi apakah benar setiap diri kita menang sehingga meluapkan rasa kegembiraan yang luar biasa?

Bila merujuk kepada sejumlah hadits, jawabannya tentu saja tidak. Sebahagian kita adalah orang-orang yang kalah dan rugi besar di saat banyak orang benar-benar meraih kemenangan dan untung besar. Pasalnya, meskipun telah melalui bulan ampunan dosa, ada di antara kita yang tak memperoleh yang sepatutnya dicita-citakan setiap insan itu. Dengan kata lain, sebahagian kita belum memperoleh kemenangan.

Tentunya itu salah sendiri. Di saat orang lain benar-benar berpuasa dengan karena Allah dan menjaganya dengan baik, sebahagian kita membiarkan pahala terkuras habis. Seperti akibat kebiasaan ghibah yang tak mau dibuang. Di saat orang lain bersungguh-sungguh berusaha menjadi orang yang bertaqwa, kita masih hidup serampangan dengan mengambil yang bukan hak demi memperturutkan hawa nafsu.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help