SerambiIndonesia/

Tafakur

Akhlak di Jalan Raya

Setiap hari raya, jumlah orang yang meninggal dunia atau luka-luka seringkali meningkat tajam.

Akhlak di Jalan Raya

Oleh: Jarjani Usman

‘’Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini. Kami memohon kepada-Mu perbuatan yang membuat-Mu ridha” (HR. Muslim).

Setiap hari raya, jumlah orang yang meninggal dunia atau luka-luka seringkali meningkat tajam. Padahal kita sedang merayakan hari kemenangan setelah menempa diri agar menjadi orang bertaqwa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Hal ini umumnya disebabkan oleh human error atau kesalahan manusia akibat tak mau melaksanakan ajaran Islam dengan benar.

Kesalahan mesin juga sebenarnya juga bisa termasuk kesalahan manusia. Seharusnya setiap mau menggunakan kendaraan, dicek terlebih dahulu kebaikan mesinnya. Memastikan atau memperbaiki mesin adalah bagian dari akhlak mulia karena itu merupakan suatu usaha yang mulia untuk menghindari terjadinya keburukan bagi diri sendiri dan orang lain. Mahalnya kendaraan yang digunakan bukan berarti berhak menyombongkan diri di jalan. Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.

Harus selalu diingatkan pada diri sendiri bahwa jalan adalah milik bersama. Dengan demikian, tertib, memberi hak orang lain, dan saling menghormati adalah sutau kewajiban. Apalagi bila mengabaikannya akan mengakibatkan kecelakaan bagi diri sendiri dan orang lain. Bila kecelakaan terjadi, bukan hanya orang-orang terluka dan meninggal yang menjadi korban, tetapi juga anggota keluarga dan sanak saudaranya.

Bila hati mau berempati, sungguh tak akan tega melihat anak-anak menjadi yatim atau piatu kehilangan ayah dan atau ibunya akibat kecelakaan di jalan raya. Karena itu, berakhlak mulia di jalan raya adalah sesuatu yang penting diupayakan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help