10 Anggota Din Minimi Dapat Remisi

Sebanyak 10 anggota Nurdin Ismail alias Din Minimi (DM) yang menjalani hukuman di Rumah Tahanan Negara

10 Anggota Din Minimi Dapat Remisi
Zulkarnaini alias Glok (28) seorang kelompok Din Minimi. SERAMBI/SAIFUL BAHRI 

LHOKSUKON - Sebanyak 10 anggota Nurdin Ismail alias Din Minimi (DM) yang menjalani hukuman di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Lhoksukon, Aceh Utara dan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Lhokseumawe, mendapat satu bulan pengurangan masa hukuman (remisi) Idul Fitri 1438 Hijriah. Remisi juga diberikan kepada napi lain yang memenuhi syarat.

“Dulu ada belasan anggota Din Minimi yang menjalani hukuman di Rutan Cabang Lhoksukon. Namun, sekarang hanya tersisa delapan orang lagi dan semua mereka mendapatkan remisi,” kata Kepala Rutan Cabang Lhoksukon Effendi SH melalui Kasubsi Pelayanan dan Pengelolaan Muhammad, kepada Serambi, Jumat (30/6).

Sedangkan anggota Din Minimi lainnya sudah dipindahkan ke lima tempat, yaitu Rutan Kajhu di Banda Aceh, LP Kelas IIA Lhokseumawe, LP Bireuen, LP Langsa dan LP Kuala Simpang. Mereka, kata Muhammad, sudah berhak mendapatkan remisi, apalagi Hari Raya Idul Fitri yang lalu dan pada HUT Kemerdekaan RI juga sudah mendapat remisi.

Muhammad menyebutkan, jumlah warga binaan di Rutan Lhoksukon saat pengusulan remisi 355 orang, terdiri atas 243 napi dan sisanya tahanan titipan. Dari 243 napi, remisi sudah turun dari Kanwil Kemenkumham Aceh untuk 139 napi. Remisinya mulai 15 hari sampai satu bulan.

Sedangkan 102 napi lainnya mendapat remisi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkumham RI. “Mereka yang diusulkan ke pusat adalah napi kasus narkoba yang masa hukumannya di atas lima tahun dan belum mendapat remisi. Sementara dua napi lagi tidak mendapat remisi karena pernah kabur dari Rutan,” kata Muhammad.

Sementara Kepala LP Kelas IIA Lhokseumawe Elly Yuzar mengatakan, jumlah napi di LP itu yang sudah turun remisi dari Kanwil Kemenkumham Aceh adalah 167 orang. Remisinya juga mulai 15 hari sampai satu bulan. Sedangkan 17 napi kasus narkoba yang hukuman di atas lima tahun penjara dan belum pernah mendapat remisi, masih menunggu putusan Dirjen Pas.

“Dari 167 napi yang mendapatkan remisi, ada dua anggota Din Minimi yang saya kenal yang mendapatkan remisi selama satu bulan, yaitu Rungkhom dan Abu Razak,” sebut Elly Yuzar.

Kasbsi Pelayanan dan Pengelolaan Rutan Cabang Lhoksukon, Muhammad menyebutkan, dari 243 napi di rutan itu, ada yang tidak diusul untuk mendapatkan remisi karena pernah kabur dari rutan tersebut dan sudah berhasil ditangkap kembali.

Kedua napi itu adalah Samsul Kamal alias Son (26) warga Desa Pahlawan, Kecamatan Manyak Panyet, Aceh Tamiang. Ia kabur pada 23 April 2016, lalu pada 5 Desember 2016, pria yang terlibat kasus penggelapan mobil itu ditangkap polisi di Desa Ranto, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Selanjutnya, Mukhtaruddin (49) napi kasus narkotika asal Desa Pante, Kecamatan Syamtalira Aron, yang divonis dua tahun delapan bulan penjara. Ia kabur pada 6 Juli 2016, setelah mengelabui dua petugas yang hendak membawanya berobat ke rumah sakit.

Dalam perjalanan, ia meminta petugas singgah sebentar di rumahnya. Setelah masuk ke rumah, terdakwa langsung kabur. Lalu pada 27 Maret 2017, petugas kembali berhasil menangkap napi ini di rumahnya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved