Mahasiswa Aceh Timur Gelar Diskusi Pembangunan

Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Aceh Timur, Kamis (29/6) menggelar diskusi menyangkut dengan pembangunan

Mahasiswa Aceh Timur Gelar Diskusi Pembangunan

* Perioritaskan Pendidikan

IDI RAYEUK - Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Aceh Timur, Kamis (29/6) menggelar diskusi menyangkut dengan pembangunan Kabupaten Aceh Timur untuk masa yang akan datang. Diskusi interaktif yang dilaksanakan di sebuah kafe di Idi Rayeuk itu juga menghadirkan narasumber, Drs H Ibnu Sakdan MPd, Kepala Biro Aministrasi Umum, IAIN Zawiyah Cot Kala Kota Langsa.

Koordinator KBM Aceh Timur, Sopian SPd dalam relis pers yang diterima Serambi kemarin menyebutkan, kegiatan itu merupakan ajang silaturrahmi pemuda antar generasi bertujuan untuk mempersatukan semua tokoh pemuda dan mahasiswa Aceh Timur. Sehingga, akan menciptakan sinergitas dan akselerasi pembangunan Aceh Timur.

Disebutkan, dalam kegiatan itu melahirkan beberapa rekomendasi untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur ke depan.

Diantaranya, mahasiswa atau pemuda antar generasi meminta Pemkab Aceh Timur memperioritaskan pembangunan pendidikan dan pengembangan ekonomi kreatif. Dalam acara yang bertemakan ‘Sinergitas dan Akselerasi Pembangunan Aceh Timur Fokus Menuju Perekonomian Daerah yang Berkualitas, Aman, Mandiri dan Sejahtera’ itu juga menyoroti terkait isu penerimaan tenaga kerja di PT Medco E&P Malaka (Blok A) Aceh Timur yang selama ini tidak mengutamakan putra daerah. Bahkan salah satu peserta membeberkan bahwa adanya permainan rekom yang dilakukan oleh oknum pejabat Aceh Timur.

Kemudian, pemuda antar generasi juga menilai anggota DPRA Dapil Aceh Timur selama ini tidak bekerja maksimal untuk memperjuangkan pembangunan di daerah pemilihannya. “Seharusnya DPRA Dapil Aceh Timur bersatu memperjuangkan pembangunan jangka panjang, bukan asal-asalan. Dana aspirasi dewan yang begitu banyak selama ini tidak terarah dan terkesan dewan hanya melakukan pencitraan,” papar peserta diskusi itu.

Mahasiswa dan pemuda antar generasi Aceh Timur juga meminta kepada Bupati Aceh Timur terpilih untuk dapat menempatkan kepala SKPK sesuai dengan keterampilan dan bidang keilmuan yang dimilikinya. Selain itu, kepala SKPK juga wajib tinggal di Aceh Timur, sehingga akan memudahkan dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Drs H Ibnu Sakdan MPd, Kepala Biro Administrasi Umum IAIn Zawiyah Cot Kala, Kota Langsa yang menjadi narasumber dalam diskusi itu memaparkan beberapa hal. Pertama, mantan Kakanwil Kemenag Aceh itu meminta Bupati Aceh Timur terpilih agar menyatukan semua kekuatan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan pembangunan ke depan. Katanya, setelah selesai Pilkada tidak ada lagi kelompok ini dan itu, tapi yang ada adalah masyarakat Aceh Timur yang sama-sama ikut membangun kabupaten tersebut untuk lima tahun ke depan.

Menyangkut soal pendidikan, Pemkab harus menjadikan pembangunan yang perioritas dengan tidak membedakan pendidikan formal atau non formal.

Ibnu Sakdan juga menekan soal etos kerja yang harus ditingkatkan, sehingga para pegawai tidak menghabiskan waktu seharian di warkop. Selain itu, Pemkab Aceh Timur juga harus dapat membuka lapangan kerja bagi generasi muda dan setiap perusahaan yang berinvestasi di Aceh Timur wajib mengutamakan putra daerah dalam penerimaan karyawannya. “Pemkab juga harus mengimbangi dengan meningkatkan SDM generasi muda sehingga mereka memiliki skill,” ujar Ibnu Sakdan.

Dalam kesempatan itu, Ibnu Sakdan juga mengharapkan masyarakat Aceh Timur menghidupkan kontrol sosial dalam masyarakat. Sehingga dalam kehidupan bermasyarakat punya kepedulian antar sesama. Dengan demikian berbagai hal-hal yang negatif yang menyasar generasi muda bisa dapat dicegah sejak dini dari keluarga masing-masing.

Sedangkan Samsul Akbar SE, Wakil ketua DPRK Aceh Timur dalam kesempatan itu mengatakan, masih banyak yang harus dibenahi di Aceh Timur. Pertama, pembangunan fisik dan sosial kemasyarakatan harus proporsional. Kedua, pendidikan dan pengembangan ekonomi kreatif lebih diutamakan guna untuk mendongkrak peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketiga, semua elemen dilibatkan untuk mewujud sinergitas dan bertanggung jawab terhadap kemajuan Aceh Timur.(rel/mis)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved