Suasana Idul Fitri di Masjid Jawa Bangkok

DI tengah beragamnya etnis di pusat Kota Bangkok, Thailand, ternyata terselip komunitas masyarakat Indonesia

Suasana Idul Fitri di Masjid Jawa Bangkok

OLEH ABI MAS’UD IRHAMULLAH, Direktur LT3Q ELMAS’UDI Aceh/Head Office Dai Peduli Aceh, melaporkan dari Bangkok, Thailand

DI tengah beragamnya etnis di pusat Kota Bangkok, Thailand, ternyata terselip komunitas masyarakat Indonesia keturunan Jawa muslim. Mereka juga memiliki masjid yang diberi nama Masjid Jawa.

Tidak sulit mencari Masjid Jawa di Bangkok. Cukup pergi ke Distrik Sathorn, lalu tanyakan kepada penduduk setempat di mana letaknya. Biasanya, dengan menyebut kata “surau” atau “hong lamat muslim”, telunjuk penduduk langsung menunjuk ke sebuah bangunan di Jalan 707 Soi Rangnamkeang, Yanawa. Seperti namanya, Masjid Jawa masih mencerminkan bangunan klasik masjid di tanah Jawa.

Alhamdulillah, saya dan salah seorang mahasiswa Program Tahfidz Baitul Mal Aceh di Dayah Darul Aman Aceh Besar yang juga staf di LT3Q Elmas’udi Aceh, Ustaz Muhammad Sayuti, mendapat undangan dari Mr Rangsan bin Khamson, imam masjid di Kota Bangkok untuk menjadi imam Tarawih, qiyamullail, dan khatib di beberapa masjid di Bangkok. Di antaranya Masjid Indonesia, Masjid KBRI, Masjid Alkubra, dan Masjid Jawa di Sathorn.

Kami berada di Bangkok sejak 20 Ramadhan hingga 3 Syawal 1438 Hijriah dan ditempatkan di Baan Song Thai Hotel, sekitar 30 meter dari Masjid Jawa.

Alhamdulillah, kami mendapatkan khidmat dan pelayanan yang memuaskan dari jamaah Masjid Jawa. Mulai dari khidmat untuk berbuka, sahur, dan juga semua kebutuhan kami selama di sana disediakan. Tentunya ditambah lagi dengan menu makanan special Thailand seperti Tom yam kung dan Pad Thai yang sangat lezat.

Walaupun namanya Masjid Jawa, namun sebagian besar penduduk d isini tidak bisa berbahasa Indonesia, apalagi bahasa Jawa, karena mereka lahir dan besar di Thailand.

Suasana Ramadhan di masjid ini sangatlah meriah, karena sudah menjadi tradisi turun-temurun setiap Ramadhan seluruh muslim di sekitar masjid nengadakan iftar dan sahur di masjid. Sebelum dimulai iftar diadakan baca Yasin bersama, samadiah, dan doa yang dipimpin Ameen Mudpongtua, Imam Masjid Jawa.

Kemudian, dilanjutkan berbuka dengan takjil dan makan nasi seusai shalat Magrib.

Kegiatan ibadah di Masjid Jawa tidak berbeda dengan masjid-masjid di Indonesia pada umumnya. Selain ibadah wajib, seperti shalat lima waktu dan shalat Jumat, juga ada pengajian dan pembagian zakat. Selepas shalat Magrib di bulan Ramadhan, giliran anak-anak belajar mengaji dengan metode Elmas’udi.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help