SerambiIndonesia/

Tafakur

Menjaga Alam

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah

Menjaga Alam
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar Ruum: 41).

Setelah bulan suci Ramadhan, kita seharusnya lebih ramah terhadap alam. Namun anehnya, banyak yang tidak peduli terhadap alam, seperti menggunakannya secara serampangan. Misalnya, saat berada di jalan raya sewaktu mudik, para penumpang dalam satu mobil saja tak merasa malu begitu saja melempar ke jalan raya ampas makanan yang dibungkus plastik.

Bukan hanya satu bungkusan plastik. Bila mengikuti sebuah mobil yang berangkat dari Banda Aceh ke Medan, misalnya, akan terlihat jelas sejumlah bungkusan dilempar dari mobil setiap 10 atau 20 menit. Sungguh suatu perilaku yang memperihatinkan, yang tidak mencerminkan seseorang yang islami.

Padahal Islam mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga alam. Alam yang rusak akibat ulah tangan manusia bisa menghilangkan keindahannya dan menimbulkan berbagai bencana baik dalam waktu pendek maupun jangka waktu panjang. Bahkan, bencana itu bukan hanya mengenai pelakunya atau orang-orang yang sengaja merusak alam, tetapi juga mengenai orang-orang yang tak ikut melakukannya. Bahkan, bencana itu bisa mengenai generasi yang akan lahir kemudian.

Tentu, bencana-bencana itu bukan akhir dari peringatan atau azab. Para pelaku dan yang membiarkannya masih akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak. Karena itu, kita semua harus kembali ke jalan yang benar dengan menggunakan alam dengan cara yang bertanggungjawab.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help