SerambiIndonesia/

RSUD Subulussalam Krisis Darah

Tingginya kebutuhan darah untuk pasien gawat darurat membuat RSUD Kota Subulussalam kerap krisis

RSUD Subulussalam Krisis Darah
thinkstock

* Sekda dan BFLF Serukan Donor Darah

SUBULUSSALAM - Tingginya kebutuhan darah untuk pasien gawat darurat membuat RSUD Kota Subulussalam kerap krisis darah. Seperti yang terjadi kemarin Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Subulussalam kembali menginformasikan kekurangan darah hampir semua golongan, sementara banyak pasien membutuhkan.

Informasi yang dihimpun Serambi hingga kemarin RSUD Subulussalam tidak memiliki stok darah kecuali golongan B hanya satu kantong. Sementara darah golongan A, O dan AB dilaporkan kosong total. Pihak RSUD Subulussalam mengimbau agar warga berpartisipasi mendonorkan darahnya ke UTD setempat. ”Bagi sahabat yang sudah waktunya donor agar sudi kiranya menyumbangkan darahnya ke UTD RSUD Subulussalam,” tulis Malem J Shahab, kepala UTD RSUD Subulussalam dalam sebuah pengumuman.

Direktur RSUD Subulussalam Khainuddin SKM yang dikonfirmasi Serambi membenarkan pihaknya mengalami krisis darah untuk melayani pasien kondisi gawat darurat. Menurut Khainuddin, krisis darah ini terjadi hampir setiap hari. Dia sebutkan kekurangan stok darah di RSUD lantaran jumlah kebutuhan darah untuk pasien melebihi persedian. Selain itu, RSUD Subulussalam yang menjadi satu-satunya rumah sakit representatif dengan fasilitas memadai di daerah itu kerap menerima pasien rujukan gawat darurat.

Para pasien bukan hanya warga Subulussalam, tapi juga dari kabupaten tetangga seperti Aceh Singkil, Aceh Selatan bahkan Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Tingginya pasien rujukan yang dirawat serta banyaknya kondisi darurat memicu lonjakan kebutuhan darah.

Menurut Khainuddin setidaknya setiap bulan RSUD Subulussalam membutuhkan 65-70 kantong darah. Stok darah yang kerap langka adalah golongan A dan B, dan paling sulit ditemukan golongan AB. ”Sudah seminggu kita kekurangan darah, sementara pasien emergency banyak membutuhkan,” ujarnya.

Khainuddin menambahkan, hingga petang kemarin ada beberapa warga yang mendonorkan darahnya menyusul adanya informasi krisis darah via medsos namun belum mencukupi.

Dikatakan, darah yang tersedia hingga petang kemarin golongan A hanya dua kantong sementara kebutuhan enam kantong, lalu darah golongan B satu kantong sementara yang dibutuhkan tiga kantong. Untuk golongan O dibutuhkan lima kantong dan hanya tersedia satu kantong. Sedangkan golongan AB sama sekali nihil.

Kekosongan stok darah di RSUD Subulussalam menjadi perhatian serius Blood For Life Foundation (BFLF), sebuah lembaga yang konsen terhadap isu kesehatan. Pihak BFLF meminta bantuan warga untuk bersedia menjadi pendonor.

Ketua BFLF Radi Karim kepada Serambi mengatakan RSUD Subulussalam merupakan salah satu rumah sakit rujukan bagi masyarakat sekitar termasuk di kabupaten tetangga seperti Singkil dan Aceh Selatan. Karenanya, RSUD Subulussalam kerap menerima pasien gawat darurat terutama korban kecelakaan atau pasien operasi seperti ibu melahirkan. ”Warga tidak perlu takut sebenarnya, karena donor darah itu tidak berbahaya, malah sangat baik bagi kesehatan,” ujar Radi.

Sekda Kota Subulussalam H Damhuri SP MM juga mengakui kosongnya darah di RSUD setempat. Sekda Damhuri mengimbau warga agar menyumbangkan darahnya demi kemanusiaan.

Bagi masyarakat Kota Subulussalam yang bersedia mendonorkan darahnya untuk kebutuhan pasien dapat menghubungi pihak RSUD melalui nomor telepon 081376528048 atau dapat langsung datang ke rumah sakit setempat.(lid)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help