SerambiIndonesia/

Jalan Malikul Saleh Butuh Rambu

Warga Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh meminta pelaksana proyek pelebaran

Jalan Malikul Saleh Butuh Rambu
KOMPAS.COM

BANDA ACEH - Warga Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh meminta pelaksana proyek pelebaran Jalan Malikul Saleh memasang rambu-rambu lalu lintas pada sejumlah titik di jalan tersebut. Pasalnya, selama ini jalan tersebut belum ada rambu-rambu sehingga sering terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Ketua Pemuda Lhong Raya, Qarifudin Azhar kepada Serambi, kemarin, mengatakan, beberapa titik di jalan itu belum tuntas pembebasan tanah, sehingga jalannya tak sama lebar dan membahayakan pengendara. “Beberapa titik yang belum dibebaskan itu tanpa rambu-rambu. Sudah banyak yang celaka di sini,” ungkapnya.

Faizin, warga lainnya mengatakan, sudah 12 kali terjadi laka lantas di kawasan itu sejak proyek tersebut dimulai. “Umumnya kecelakaan terjadi pada malam hari. Sebab, selain tak ada rambu-rambu dan penerangan, jalan ini juga bergelombang,” ujarnya.

Ia juga meminta agar jalan itu disiram pada siang hari. Sebab, debu dari penggalian drainase di pinggir dan truk yang mondar mandir di jalan tersebut mengganggu kenyamanan pengendara dan warga terutama pemilik usaha di sekitar proyek itu. “Minimal disiram pada siang hari agar debu tak beterbangan,” harap Faizin.

Anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST mengatakan, laka lantas yang terjadi di Jalan Malikul Saleh akibat pengendara sepmor terkejut saat melihat tanah yang menjorok ke jalan karena belum dibebaskan. “Tidak ada rambu maupun lampu sebagai penanda ada galian di situ. Semestinya ini harus diprioritaskan,” katanya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Banda Aceh, M Nurdin SSos menyatakan, pihaknya akan segera menyelesaikan masalah itu. Menurutnya, rekanan segera memasang rambu proyek dan akan menyiram jalan tersebut. “Kami akan segera tuntaskan masalah ini. Setelah Lebaran, petugas sudah mulai melakukan penggalian secara bertahap,” tukasnya.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help