SerambiIndonesia/

Polisi Ciduk Tersangka Utama

Anggota Satreskrim Polres Lhokseumawe, Selasa (4/7) malam berhasil menangkap satu lagi tersangka utama

Polisi Ciduk Tersangka Utama
Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, didampingi wakilnya Kompol Isharyadi, dan Kasat Reskrim KAP Budi Nasuha memperlihatkan tersangka dan barang bukti yang berhasil ditangkap dan diamankan pada kasus perampokan rumah pejabat di Kota Lhokseumawe. Rabu (5/7). 

* Bersama Dua Penadah Emas dan Sepmor Hasil Rampok

* Kasus Perampokan Rumah Pejabat Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Anggota Satreskrim Polres Lhokseumawe, Selasa (4/7) malam berhasil menangkap satu lagi tersangka utama dalam kasus perampokan rumah Kepala Tata Usaha Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara, Saiful, di Desa Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Dalam pengembangan, polisi juga berhasil meringkus tersangka penadah sepeda motor (sepmor) dan tersangka penadah emas hasil perampokan di rumah tersebut. Polisi juga menyita satu sepmor jenis Honda Vario milik korban, yang ditemukan di kawasan Sigli, Kabupaten Pidie.

Ketiga tersangka yang baru ditangkap itu semuanya warga Banda Sakti, Lhokseumawe. Masing-masing Muz (38), tersangka utama yang dinyatakan sebagai residivis (pernah dihukum) dalam kasus penculikan, bom, dan narkoba. Dua tersangka lainnya adalah penadah sepmor, Mu (40), dan penadah emas, Ja (62).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, didampingi Wakapolres Kompol Isharyadi menjelaskan, dalam kasus itu pihaknya menetapkan dua DPO, salah satunya Muz. Pada Selasa (4/7) malam, pihaknya mendapatkan informasi bahwa Muz berada di kawasan Mon Geudong. Lalu tim yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha langsung bergerak ke lokasi.

Saat dipastikan tersangka ada di lokasi langsung berhasil ditangkap tanpa ada upaya perlawanan. “Tersangka Muz ini saat beraksi ketika melakukan perampokan itu, dialah yang menodongkan parang di leher korban (istrinya Saiful),” kata AKBP Hendri Budiman.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga perampok bersenjata parang menguras harta benda di rumah Saiful, Kepala Tata Usaha RSU Cut Meutia Aceh Utara di Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, 6 Juni 2017. Perampok itu membawa emas 10 mayam, beberapa unit handphone, satu sepmor dan sejumlah barang lainnya.

Kerugian korban diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Satu hari kemudian, polisi berhasil menangkap satu dari tiga tersangka utama. Tersangka yang pertama ditangkap, He (28) yang merupakan pecatan polisi.

Kapolres Lhokseumawe AKPB Hendri Budiman menambahkan, setelah menangkap Muz, polisi mendapatk informasi bahwa emas yang dirampok di rumah Saiful, sudah dijual kepada tersangka Ja. Lalu tim, bergerak ke rumah Ja dan menangkapnya. “Ja mengaku sudah menjual emas itu ke seorang warga Medan yang dia tidak kenal,” kata Kapolres.

Selain itu, Muz mengaku menjaul sepmor korban kepada Mu. Setelah polisi berhasil menangkap Mu di rumahnya di kawasan Pusong, diketahui Mu menitipkan sepmor itu pada saudaranya di Sigli, Kabupaten Pidie. Lalu polisi bergerak ke lokasi dan mengamankan barang bukti tersebut.

“Sekarang kita masih melacak keberadaan emas milik korban. Selain itu, dalam kasus ini masih ada satu DPO yang identitasnya sudah diketahui. Kita imbau untuk menyerahkan diri, karena bagaimana pun polisi akan terus memburu sampai tertangkap,” demikian Hendri Budiman.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help