SerambiIndonesia/
Home »

Seleb

Bintangi Film Ayat-ayat Cinta 2, Tatjana Saphira Kursus Bahasa Turki dan Jerman

Pemilik nama lengkap Tatjana Saphira Hartmann itu memerankan tokoh Hulia, seorang mahasiswa keturunan Turki-Jerman.

Bintangi Film Ayat-ayat Cinta 2, Tatjana Saphira Kursus Bahasa Turki dan Jerman
Tribunnews/Jeprima
Pemain film Tatjana Saphira saat ditemui pada acara peluncuran teaser sekuel film Ayat Ayat Cinta 2 di Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2017). Tatjana Saphira memerankan tokoh Hulya pada film tersebut. Tribunnews/Jeprima 

SERAMBINEWS.COM,  JAKARTA - Tatjana Saphira (20) menjadi satu dari tiga pemain baru di film 'Ayat-Ayat Cinta 2'.

Pemilik nama lengkap Tatjana Saphira Hartmann itu memerankan tokoh Hulia, seorang mahasiswa keturunan Turki-Jerman.

Konsekuensi itu membuat Tatjana mau tidak mau belajar bahasa Turki dan bahasa Jerman demi totalitas peran.

Pasalnya pemain film 'I am Hope' itu dituntut untuk mampu berbicara dengan kedua bahasa asing tersebut.

"Jadi di dalam skrip ada beberapa dialog yang akan aku ucapkan dalam bahasa Turki dan Jerman," ujarnya saat berada di Senayan City, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Tatjana menceritakan bahasa Turki menjadi sesuatu yang baru sehingga membuatnya cukup kesulitan.

Alhasil ia pun harus serius belajar dan bertemu dengan pelatihnya untuk melatih kemampuannya dalam berbahasa asing.

"Kemarin baru aja ketemu sama coach untuk berbahasa Turki. Sejauh ini satu minggu sekali tapi untuk satu pertemuannya itu cukup intensif. Sedikit susah sih tapi namanya belajar, kita harus mulai dari nol dulu. Jadi ya buat aku yang penting harus rajin dan disiplin," ucapnya.

"Sebenarnya sih buat aku sendiri latihannya itu tiap hari, nggak cuma pas ketemu sama acting coach. Kalau ketemu acting coach hanya untuk hal-hal yang memang aku butuh bantuan, biasanya aku konsultasi sama dia," sambungnya.

Khusus untuk belajar bahasa Jerman, Tatjana merasa hal tersebut bukan sebagai sebuah kesulitan.

Pasalnya sang ayah merupakan orang Jerman sehingga tidak perlu meluangkan waktu secara khusus.

"Kalau untuk bahasa Jerman sendiri, ayahku kan orang Jerman dan aku sempat belajar dulu. Jadi mungkin tinggal dilatih aja. Kebetulan bahasa Jerman paling banyak (digunakan ketimbang bahasa Turki) tapi overall banyakan bahasa Indonesia," ucapnya.

Editor: faisal
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help