SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Persiraja Imbang di Batam

Persiraja menuai hasil maksimal ketika menahan imbang tuan rumah 757 Kepri Jaya di Stadion Gelora Citramas

Persiraja Imbang di Batam
PELATIH Persiraja, Anwar memberikan instruksi kepada pemain 

BANDA ACEH - Persiraja menuai hasil maksimal ketika menahan imbang tuan rumah 757 Kepri Jaya di Stadion Gelora Citramas, Kabil, Batam, dalam pekan ke-6 Liga 2 Indonesia. Sore kemarin, Vivi Asrizal dkk bermain seri 1-1.

Bagi Lantak Laju--julukan tim Persiraja--, ini poin tandang kedua selama putaran pertama. Sebelumnya Rafsanjani, Hidayat, Khairunnas, dan Agus Suhendar juga membawa pulang satu angka saat bertemu PSBL Langsa. Kala itu, derby Aceh di Stadion Kota Langsa berakhir draw 1-1.

Tambahan satu angka tetap membuat posisi besutan Anwar, Sisgiradi, Akhyar Ilyas, plus Wahyu AW berada di peringkat ketiga. Sementara tuan rumah naik satu strip dari posisi sebelumnya. Tim PSMS Medan yang away ke Stadion Rumbai bermain imbang dengan tuan rumah PSPS Pekanbaru 0-0. Hasil ini membuat mereka tetap kokoh di puncak. Di urutan kedua diikuti Askar Bertuah--julukan PSPS--dengan 11 angka.

Bagi Laskar Rencong, membawa pulang satu poin dari kandang lawan, tentu saja menjadi modal berharga. Karena, di pertandingan pekan ke-7, anak-anak Kutaraja akan menjamu Pro Duta Jakarta. Ini laga terakhir putaran pertama Liga 2.

Acungan jempol pantas diberikan kepada striker Fadhil Ibrahim dan Rahmanuddin di bawah mistar. Ya, pada menit 35, Fadhil berhasil merobek gawang tuan rumah. Gol ini terjadi setelah penyerang asal Sabang ini sukses melewati dua pemain Kepri Jaya, Doli Gultom dan Jujun Saepulloh. Dengan tenang, Fadhil berhasil memperdayai kiper Gustaman.

Sebelum terjadi gol, tuan rumah memperoleh sepak pojok. Tendangan Abdul Azis Akbar berhasil ditinju Rahmanuddin dan jatuh ke kaku M Fani Aulia. Tanpa kontrol, Fani Aulia langsung membuang bola jauh ke daerah lawan. Ternyata, Doli Gultom dan Jujun berhasil dilewati Fadhil Ibrahim.

Sementara itu kubu Lantak Laju pantas berterima kasih kepada aksi Rahmanuddin. Pada menit 41, Persiraja dihukum penalti seusai Agus Suhendar dinilai wasit menjatuhkan Doli Gultom dalam kotak putih. Meski mendapat protes Rafsanjani dkk, namun wasit asal Medan, Edi Syahputra kukuh dengan keputusannya.

Mantan bintang PSM Makassar yang kini membela Kepri Jaya, Aditya Putra Dewa maju sebagai eksekutor. Ternyata, tendangan kaki kiri Aditya Putra Dewa secara sempurna diblok Rahmanuddin. Bukan cuma itu, pemain asal Lamno ini berulangkali mementahkan peluang dari Abdurahman Lestahulu, Abdul Azis, Nanang, dan Fandy Akbar.

Sebenarnya, Lutfhi Fauzi Hamdan, Ferry Komul, dan Munandar mampu mengawali pertandingan dengan baik. Buktinya, di awal perlagaan, Persiraja memperoleh dua peluang dari Fadhil Ibrahim. Kolaborasi dengan Vivi Asrizal berhasil meneror gawang tuan rumah. Tandukan Fadhil masih melebar, dan tendangan dalam kotak penalti setelah menerima umpan terobosan Vivi Asrizal masih mengenai kaki kiper Gustaman.

Di awal babak kedua, Persiraja memiliki peluang emas yang benar-benar harus menjadi gol. Adalah tendangan voli nan keras Ferry Komul dalam kotak penalti masih menerpa mistar gawang. Padahal, ketika itu, Ferry Komul dalam posisi bebas.

Akhirnya, usai diserang habis-habisan lewat sayatan sayap yang bahaya, gawang Persiraja bobol juga. Ialah tandukan Aditya Dewa Putra memanfaatkan umpan crossing Abdul Azis Akbar. Gol di menit 73 itu memupus harapan Khairunnas dkk untuk membawa pulang angka penuh dari kandang 757 Kepri Jaya FC.

Terima kasih banyak atas kerja keras, usaha, dan perjuangan pemain dalam duel ini. Selama 90 menit, anak-anak sudah tampil maksimal. Dan tak lupa kepada suporter setia, SKULL dan Laskar Rencong yang selalu memberikan dukungan kepada kami.

Dalam duel ini, kita tak diperkuat Mukhlis Nakata, Farizal Dillah, Agung Riskiawan, dan Amirullah. Farizal dan Amriullah masih belum pulih dari cedera, sementara Agung sakit. Mukhlis Nakata terpaksa absen karena ada tugas dari kantor. Tapi, berkat kekompakan pemain dan rasa tanggungjawab, kita bisa menuai satu angka.

Jujur saja, kunci keberhasilan menahan tuan rumah adalah keberanian kita untuk mengubah pola permainan. Sebelumnya, kita selalu tampil dengan style 4-4-2 atau 4-2-3-1. Namun, untuk pertandingan tandang kali ini, kita langsung memainkan formasi 4-1-4-1.

Skema 4-1-4-1 telah kita terapkan selama latihan puasa dan selepas liburan lebaran. Bahkan, dalam tiga partai uji coba dalam Ramadhan, anak-anak sudah mempraktekkannya. Dalam format ini, Lutfhi berdiri di depan Rafsanjani dan M Hidayat. Sementara posisi Fadhil Ibrahim sebagai target-man. Ternyata, kerja keras anak-anak selama ini tak sia-sia. Terima kasih atas perjuangan berat ini. (ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help