SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Atlet Abdya Terancam ke Pra-PORA

Sebanyak 19 cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam tidak mengikuti Prakualifikasi

Atlet Abdya Terancam ke Pra-PORA
Sebanyak 23 pengurus cabang 0lahraga mengikuti rapat koordinasi di Kantor KONI Pidie, Senin (10/7). Rapat tersebut untuk persiapan atlet menghadapi Prapora II. SERAMBI/M NAZAR 

* Dana Diplot Rp 65 Juta

BLANGPIDIE - Sebanyak 19 cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam tidak mengikuti Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra-PORA) XIII/2017. Ajang ini sebagai persyaratan untuk merebut tiket lolos ke PORA XIII/2018 di Aceh Besar.

Pasalnya, anggaran yang yang dikucurkan oleh pemerintah Abdya melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) sangat minim, yaitu sebesar Rp 65 juta untuk mengikuti Pra-PORA.

Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan 19 cabor saat menggelar konferensi pers, Senin (10/7) di kantor KONI Abdya. Juru bicara perwakilan 19 cabor Abdya, Alamsyah Putra menilai anggaran yang diplotkan sebesar Rp 65 juta hanya cukup untuk keberangkatan dua cabor.

“Persoalan ini telah kami sampaikan kepada Bupati Abdya melalui audensi pada 30 Juni lalu, alasan Pak Bupati karena APBK Perbup (peraturan bupati-red),” kata Alamsyah Putra membacakan pernyataan sikap yang ditandatangani oleh 19 cabor.

Menurut Alamsyah, jika alasan bupati Abdya minimnya anggaran dikucurkan disebabkan perbup, seharusnya anggaran untuk klub sepakbola Persada tidak disetujui mencapai Rp 700 juta.

“Inikan aneh, Persada mengusulkan Rp 500 juta, disetujui mencapai Rp 700 juta. Sementara anggaran Pra-PORA untuk 19 cabor sebesar Rp 800 juta, disetujui Rp 65 juta. Jangankan beli alat, akomodasi saja tidak cukup,” kata Alamsyah yang juga Sekretaris IMI Abdya ini.

Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah melalui Disbudpora Abdya, mengalihkan sisa anggaran Persada untuk menyukseskan kegiatan Pra-PORA. “Jika kita total kebutuhan dengan 184 atlet, 22 pelatih dan 41 ofisial, kita membutuhkan anggaran Rp 389 juta. Itu hanya akomodasi, belum alat, karena ada cabor yang perlu alat,” terangnya.

Selain itu, ia juga meminta agar pemkab mengalihkan sisa anggaran perjalanan KONI Abdya dan honorarium pengurus KONI Abdya digunakan untuk kegiatan Pra-PORA.

“Kita juga mempertanyakan kejelasan intruksi bupati kepada sekda, tentang pengalihan anggaran atlet berprestasi sebesar Rp 119 juta. Karena sampai saat ini belum ada kejelasan, jika tidak 19 cabor ini terancam tak ikut Pra-PORA dan diberikan sanksi,” tegasnya.

Sermentara Kabid Pemuda Olahraga Disbudpora Abdya, Anzib mengaku tak mengetahui terkait pemotongan anggaran Pra-PORA XIII. Karena, pada RAPBK pihaknya mengusulkan anggaran Pra-PORA mencapai Rp 699 juta.

“Saya tidak tahu bisa menjadi Rp 65 juta, karena pembahasan tidak melibatkan kita, dan pihak tim anggaran juga tidak berkonsultasi dengan kita. Kalau anggaran Persada awalnya itu Rp 500 juta, setelah disahkan bertambah Rp 700 juta, tapi itu sudah masuk anggaran KONI,” terangnya.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help