SerambiIndonesia/

Pengungsi Kehabisan Sembako

Sebanyak 17 jiwa atau empat kepala keluarga korban kebakaran di Desa Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti

Pengungsi Kehabisan Sembako

* Korban Kebakaran di Teumpok Teungoh

LHOKSEUMAWE - Sebanyak 17 jiwa atau empat kepala keluarga korban kebakaran di Desa Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, dilaporkan kehabisan stok sembako. Bantuan sembako yang mereka terima selama ini, terakhir kali digunakan untuk konsumsi Senin (10/7) siang.

Seperti diberitakan sebelumnya, enam unit rumah kontruksi kayu dan semi permanen di Desa Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, terbakar sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu 5 Juli 2017. Dari enam rumah, empat diantaranya ludes terbakar, sedangkan dua lainnya hanya terkena imbas.

Selain membakar enam rumah, api juga menghanguskan satu unit mobil sedan dan satu sepeda motor jenis CB. Akibat kebakaran tersebut, 17 jiwa korban kebakaran harus mengungsi ke tenda darurat yang dibangun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lhokseumawe.

Irwandi, seorang pengungsi korban kebakaran kepada Serambi, Senin (10/7) mengatakan, bantuan sembako yang mereka terima dari Pemerintah Kota Lhokseumawe setelah musibah kebakaran, hanya sekali yakni bantuan masa panik. Selebihnya, kata Irwandi, merupakan sumbangan dari teman-teman mereka.

Selama ini di lokasi pengungsian dibuka dapur umum. “Namun stok sembako hanya cukup untuk siang ini (kemarin-red). Setelah itu sudah habis dan sejauh ini kami tidak tahu bisa dapat bantuan sembako dari mana,” ujar Irwandi.

Selain sembako, Irwandi juga mengharapkan Pemko Lhokseumawe bisa segera menyalurkan bantuan biaya sewa rumah, seperti yang selama ini dilakukan Pemko Lhokseumawe untuk korban kebakaran yang lain. “Hal ini agar kami tidak perlu lama-lama di tenda darurat. Di samping itu kami juga mengharapkan bantuan rumah duafa,” pungkasnya.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help