SerambiIndonesia/

Produksi Garam Wajib Bersertifikat Halal

Kepala Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan, Kosmetika, dan Makanan (LPPOM) Majelis Permusyawaratan

Produksi Garam Wajib Bersertifikat Halal
vivanews

BANDA ACEH - Kepala Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan, Kosmetika, dan Makanan (LPPOM) Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, drh Fakhrurrazi MP mengimbau agar produksi garam yang umumnya dilakukan para petani garam tradisional di Aceh wajib memiliki sertifikat halal. Hal ini dilakukan agar dapat memberikan jaminan halal terhadap produk yang dijual dan digunakan masyarakat.

Fakhrurrazi menyampaikan hal ini saat menjadi narasumber tamu via telepon dalam program cakrawala Radio Serambi FM edisi Senin, 10 Juli 2017, yang mengangkat topik Salam Serambi berjudul ‘Ditunggu, Fatwa MPU tentang Garam Rakyat’. Hadir sebagai narasumber internal, Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika dan dipandu host, Nico Firza.

“Saya mengimbau kepada seluruh petani garam di Aceh wajib memiliki sertifikat halal. Maka jangan segan-segan untuk mengajukan permohonan sertifikat halal ke LPPOM MPU karena masih gratis. Apabila sudah diberlakukan qanun yang sedang dibahas saat ini, maka akan berat, karena harus bayar dan denda bermacam-macam kalau tidak memiliki sertifikat itu,” jelasnya.

Dikatakan, setelah membuat surat permohonan ke LPPOM MPU, maka para pelaku usaha akan dibimbing. Selanjutnya dua hari kemudian, tim auditor akan turun ke lapangan untuk meninjau usaha tersebut.

Fakhrurrazi menambahkan untuk mengajukan permohonan sertifikat halal, maka yang harus dipenuhi antaranya ada usaha. Apabila usahanya dalam bentuk makanan atau minuman maka pelaku usaha memiliki gedung, baik itu di rumah maupun di toko. Selanjutnya, sumber-sumber bahan yang digunakan untuk membuat makanan atau minuman itu semuanya harus bersertifikat halal.

“Gedung yang dimiliki tidak berdekatan dengan tempat-tempat najis, seperti WC, selokan-selokan yang tidak tertutup. Selanjutnya kami turun sebagai tim auditor untuk memeriksa, dan kekurangan-kekurangan itu harus mereka penuhi,” sebutnya.

Ia juga menambahkan saat tim auditor turun ke lapangan, maka pelaku usaha tidak perlu memikirkan uang perjalanan dan uang makan tim sebab tidak ada pemungutan biaya apapun. “Pemungutan biaya tidak ada sama sekali termasuk uang perjalanan dan uang makan di jalan itu tidak ada,” tegasnya.

Dikatakannya lagi, kepada pelaku usaha garam di Pidie dan tempat lainnya, pihaknya tidak melihat langsung terhadap pelakunya, namun pihaknya melihat model kegiatan dalam menghasilkan garam tradisional tersebut sehingga perlu diteliti secara mendalam oleh ahlinya, yaitu mulai dari proses sumber garamnya hingga pelaksanaannya, sehingga menjadi catatan dan dibawa kepada fatwa. Selanjutnya di dalam fatwa nanti ditentukan.

“Kita ingin membuktikan kehalalan itu ada surat keterangannya. Begitu dikatakan halal buktinya apa, kalau tidak dibarengi adanya sertifikat, belum bisa dikatakan itu halal,” ujarnya yang menambahkan para petani garam juga dapat memagari lokasi pembuatan garam agar tidak dilalui oleh berbagai hewan.

Sementara kepada pemerintah, pihaknya mengharapkan dapat bekerja sama untuk mengimbau pelaku usaha agar memiliki sertifikat halal.

Kepala LPPOM MPU Aceh, Fakhrurrazi menambahkan pihaknya berprinsip ketika sertifikat halal itu diberikan kepada pelaku usaha maka setiap bahan yang digunakan dalam produksi tersebut harus bersertifikat halal. “Apabila tidak bersertifikat halal, maka sertifikat halalnya tidak keluar. Itu sudah komitmen dan syarat penting bagi kami di LPPOM. Jadi keumamah, dendeng apabila menggunakan garam tidak bersertifikat halal, maka tidak keluar sertifikat halal itu,” katanya.

Pihaknya akan menyarankan agar menggantikannya dengan yang halal, apabila tidak diganti, maka tidak akan keluar sertifikatnya. “Bertahun-tahun tidak akan keluar sertifikatnya, kecuali ia mengganti garamnya dengan yang bersertifikat halal. Maka keluar sertifikat halalnya,” demikian Fakhrurrazi. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help