SerambiIndonesia/

Sarankan Perluasan Ibu Kota

GUBERNUR Irwandi Yusuf juga menanggapi wacana perluasan ibu kota Provinsi Aceh saat ditanyai Serambi seusai

Sarankan Perluasan Ibu Kota

GUBERNUR Irwandi Yusuf juga menanggapi wacana perluasan ibu kota Provinsi Aceh saat ditanyai Serambi seusai ia melantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar di kota Jantho kemarin.

Irwandi memandang perlu dan mendesak perluasan ibu kota provinsi, karena menurutnya, Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh saat ini bisa disebut sebagai ibu kota provinsi terkecil di seluruh Indonesia, karena luasnya hanya 61,36 km2.

Oleh sebab itu, Irwandi menyarankan ke depan perlu adanya perluasan ibu kota Provinsi Aceh.

Terkait persoalan ini, Irwandi mengatakan, perluasan ibu kota provinsi ini tentu ada hubungannya antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pemerintah Aceh Besar. “Ini ada hubungannya (Banda Aceh dan Aceh Besar), saya mau ada win-win solution. Bahwa benar, luas ibu kota Provinsi Aceh adalah yang terkecil di Indonesia,” kata Irwandi.

Oleh karenanya, untuk persoalan ini, ia berharap ada keihklasan dari Aceh Besar untuk merelakan sebagian wilayahnya digabung dengan Banda Aceh, agar ibu kota menjadi lebih luas.

Ia juga menyinggung rencana pemekaran Kabupaten Aceh Besar yang mulai diwacanakan dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Irwandi, dari pada recana pemekaran, lebih baik dilakukan penggabungan saja dengan Banda Aceh, dengan begitu Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi pun akan semakin luas.

“Ada permintaan pemekaran, kalau bisa jangan pemekaran, tapi lebih baik penggabungan ke Banda Aceh. Kalau pemekaran, ada yang berhasil, ada yang bagus, ada yang tidak. Lebih baik kita coba dengan sistem penggabungan saja,” kata putra Bireuen ini.

Irwandi juga menyebutkan, jika Aceh Besar sudah ikhlas memekarkan diri, tentu harus ikhlas pula jika digabung dengan Kota Banda Aceh. Terkait perluasan ibu kota ini juga pernah disampaikan Irwandi kepada Serambi saat mengunjungi Kantor Harian Serambi Indonesia 20 Juni lalu.

Menurut Irwandi, untuk mewujudkan pemekaran membutuhkan biaya yang besar, terutama untuk infrastruktur perkantoran yang angkanya mencapai triliunan. “Lebih baik yang ingin memekarkan diri itu bergabung saja dengan Banda Aceh,” tandasnya. (dan/mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help