SerambiIndonesia/

Jalan Jantho hingga Pameu Diusul Lanjut

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh dan Balai Jalan Nasional Wilayah I Aceh

Jalan Jantho hingga Pameu Diusul Lanjut
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK), Aceh Jaya memasang panplek tanda bahaya di lintasan Gunung Geurutee, Kecamatan Jaya (Lamno) Jumat (18/12).SERAMBI/SA’DUL BAHRI 

* Jalan di Gunung Geurute juga Mendesak Dilebarkan

BANDA ACEH - Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh dan Balai Jalan Nasional Wilayah I Aceh sudah mengusulkan ke Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf untuk melanjutkan pembangunan jalan strategis lintas tengah Jantho-Keumala 38,9 Km dan Geumpang-Pameu, Aceh Tengah 59,6 Km.

“Dua ruas jalan tersebut berstatus jalan nasional dan sudah pernah dikerjakan beberapa tahun lalu, tapi belum tuntas sehingga perlu dilanjutkan pembangunannya,” kata Kepala Dinas PUPR Aceh, Rizal Aswandi menjawab Serambi, Rabu (12/7).

Selain untuk jalur transportasi, kata Rizal, jika kedua ruas jalan tersebut sudah tembus dan berfungsi, maka otomatis juga akan menumbuhkan perekonomian baru, antara lain kawasan perkebunan, pertanian, peternakan, pemukiman, serta pasar. Bahkan bisa menjadi daerah lintasan wisata karena pemandangannya sangat indah, yakni berbukitan, hutan, dan sungai.

Rizal Aswandi mengatakan pertumbuhan ekonomi ini sudah terbukti dengan sudah rampungnya pembangunan Jalan Simpang KKA, Aceh Utara tembus ke Bener Meriah dekat Takengon, Aceh Tengah. Misalnya pada Km 31 di Gunung Salak, Aceh Utara yang kini sudah menjadi objek wisata dengan pemandangan perbukitan yang indah.

Sementara itu, Kepala Balai Jalan Nasional Wilayah I Aceh, Faturrahman mengatakan selain ruas jalan Jantho-Keumala dan Geumpang-Pameu, ruas jalan nasional kawasan Gunung Geurute, Kulu dan Paro juga sudah diusulkan ke Gubernur Irwandi untuk dilakukan pelebaran karena sudah mendesak.

Pasalnya, kata Faturrahman dalam dua tahun terakhir ini, ruas jalan yang menghubungkan ke lintas barat selatan Aceh ini sudah kelihatan sempit karena banyak truk-truk barang dan mobil tanki ukuran besar melintas, di samping tentunya juga banyak mobil pribadi. Pelebaran ini, kata Faturrahman perlu dilakukan sambi menunggu pembangunan jalan terowongan di kawasan yang merupakan proyek pusat dan tentunya membutuhkan dana besar.

Menurut Faturrahman, ia sudah memberikan masukan ini ke Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Wakilnya Nova Iriansyah sebelum keduanya melakukan rapat terbatas dengan Presiden, Selasa (11/7). Masukan ini ia sampaikan bersamaan usulannya terhadap kelanjutan pembanguan jalan mulai dari Jantho, Aceh Besar hingga ke Pameu, Aceh Tengah. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help